WARTA LENTERA-Film Korea Selatan, Harbin hampir tembus 4 juta penonton di seluruh dunia. Penonton puas dengan akting ciamik aktor utamanya, Hyun Bin.
Kepopuleran Hyun Bin sebagai aktor Korsel sudah tak terbantahkan. Tak heran, film ini dengan mudah diterima penikmat film di 117 negara, termasuk Indonesia.
Ditambah dengan nama aktor dan aktris lain yang juga tak kalah dikenal publik, di antaranya, Park Jeong Min, Cho Woo Jin, Jeon Yeo Bin, Lee Dong Wook, dan Ryu Jae Myong itu, menjadi salah satu faktor kesuksesan Harbin. Film ini mencuri perhatian dan berpotensi menjadi film pertama 2025 yang menembus angka 10 juta penonton.
Lagi-lagi, Sutradara Woo Min Ho sukses membawa film besutannya menambang box office di sejumlah negara. Ia dikenal sebagai sutradara berbakat berkat sejumlah karyanya yang juga populer, seperti Inside Men dan The Man Standing Next.
Melansir kantor berita KBS, Kamis (9/1/2025), CJ ENM selaku distributor film tersebut, setelah tayang perdana di Amerika Serikat dan Singapura pada 25 Desember lalu, film Harbin kini sedang diputar di Indonesia dan Malaysia. Bahkan, dijadwalkan untuk tayang di Australia dan Selandia Baru pada 23 Januari serta di Taiwan pada akhir bulan ini.
Perwakilan CJ ENM memaparkan, bahwa kesuksesan film tersebut di dunia internasional, merupakan hal yang sangat berarti, mengingat film itu mengangkat tema terkait sejarah Korea Selatan. “Sejak dirilis pada tanggal 24 Desember lalu di Korea Selatan, film Harbin sejauh ini telah menarik lebih dari 3,77 juta penonton bioskop, sambil mempertahankan posisi terdepannya di box office,” tulis mereka.
Film Harbin atau Haeolbin sendiri berlatar tahun 1909, ketika Korea Selatan berada di bawah kekuasaan Jepang. Proses syuting Harbin berlangsung di tiga lokasi utama, yaitu Korea Selatan, Latvia, dan Mongolia.
Pemilihan lokasi ini tidak hanya mempertimbangkan keindahan alam, tetapi juga bertujuan untuk merepresentasikan medan perang. Lanskap Korea Selatan untuk mengabadikan kebudayaan Korea yang otentik.
Latvia menawarkan arsitektur bersejarah yang menambah estetika visual. Sedangkan di Mongolia menampilkan padang rumput luasnya, menciptakan latar belakang perjuangan yang dramatis.
Untuk menyempurnakan ide produksi tersebut, Harbin turut menggaet sinematografer berbakat Hong Kyung Pyo, yang telah dikenal di kancah perfilman internasional berkat karyanya di film Parasite.
Sinopsis
Kisah dalam film Harbin berlatar belakang tahun 1909, saat Korea berada di bawah penjajahan Jepang setelah Perjanjian Eulsa pada 1905. Perjanjian ini menghapuskan hak diplomatik Korea dan menjadikannya koloni Jepang.
Di tengah penindasan tersebut, sebuah kelompok perlawanan kecil bernama Righteous Army terus berjuang gigih melawan penjajah. Cerita dimulai ketika Ahn Jung Geun, Letnan Jenderal Righteous Army, menjadi satu-satunya yang selamat dalam pertempuran berdarah melawan pasukan Jepang.
Ia memimpin misi penting untuk membunuh Ito Hirobumi, Kepala Residen Jepang pertama di Korea Selatan, yang dianggap sebagai simbol penindasan kolonial. Selama 40 hari, Ahn dan pasukannya bertempur melawan tentara Jepang.
Namun, bukannya menghukum tawanan perang, Ahn malah membebaskan Kapten Mori dan para tentara Jepang lainnya. Tindakan ini membuat Ahn dicurigai sebagai pengkhianat oleh rekan-rekannya.
Setelah itu, Ahn dan anak buahnya kembali diserang, dan hanya Ahn yang berhasil selamat. Untuk menebus kesalahan, Ahn merancang strategi baru.
Ia dan tim menyusup ke dalam pasukan Rusia untuk menyerang Hirobumi. Namun, upaya mereka menghadapi tantangan baru ketika mereka menyadari adanya seorang mata-mata di antara mereka. (sic)


