WARTALENTERA-Jadwal penerbangan global distop, usai saling serang Israel-Iran. Sejumlah maskapai internasional memilih membatalkan atau mengalihkan rute penerbangan mereka dari dan menuju kawasan Timur Tengah demi alasan keamanan.
Ketegangan politik dan militer antara Israel dan Iran yang kembali memanas pada pertengahan Juni 2025 berdampak langsung pada industri penerbangan global. Seperti diberitakan sebelumnya, serangan udara yang dilancarkan Israel ke Iran dini hari kemarin, telah mengakibatkan tewasnya tiga pejabat militer tinggi Iran serta merusak sejumlah fasilitas militer dan situs nuklir.
Iran pun telah membalas serangan hingga kota metropolitan Tel Aviv, Israel luluh lantak. Tak butuh waktu lama, maskapai-maskapai global langsung bereaksi.
Beberapa maskapai besar dunia mengambil langkah cepat dengan menghentikan penerbangan langsung ke Israel, Iran, dan beberapa negara sekitarnya. Berikut daftarnya:
Lufthansa Group (Jerman):
– Seluruh penerbangan ke Tel Aviv ditangguhkan hingga 31 Juli
– Penerbangan ke Teheran dihentikan hingga akhir Juli
– Penerbangan ke Amman, Erbil, dan Beirut ditunda hingga 20 Juni
Air France (Prancis):
– Menangguhkan seluruh penerbangan ke Tel Aviv dan terus memantau perkembangan situasi Timur Tengah. Aegean Airlines (Yunani)
– Membatalkan penerbangan ke dan dari Israel untuk 13 Juni ITA Airways (Italia)
– Menghentikan seluruh rute ke Tel Aviv hingga 31 Juli
Emirates (UEA):
– Membatalkan seluruh penerbangan ke Iran, Irak, Yordania, dan Lebanon untuk jadwal 15 Juni.
Maskapai regional juga ambil tindakan serupa, seperti:
AJET (Turki):
– Batalkan penerbangan ke Iran, Irak, Yordania hingga 17 Juni pukul 06.00 (waktu setempat)
– Penerbangan ke Lebanon tetap berjalan, tapi hanya siang hari
– Semua penerbangan yang biasa melintasi wilayah udara Irak dialihkan ke rute lain Air Astana (Kazakhstan)
– Mengalihkan rute reguler dan carter menuju Sharm El-Sheikh, Dubai, Doha, Manama, dan Madinah agar tidak melintasi wilayah udara Iran dan Irak Red Wings (Rusia)
– Batalkan seluruh penerbangan ke Israel hingga pukul 10.00 waktu Moskow (14 Juni)
Situasi ini menandakan bahwa kawasan Timur Tengah kembali menjadi zona rawan bagi penerbangan sipil. Penumpang disarankan untuk memantau pembaruan informasi dari maskapai secara berkala, menghubungi customer service jika penerbangan terdampak, dan memastikan asuransi perjalanan mencakup kondisi force majeure akibat konflik.
Langkah pembatalan dan pengalihan rute ini merupakan respons cepat atas meningkatnya eskalasi konflik. Bagi maskapai, keamanan penumpang dan kru tetap menjadi prioritas utama. (sic)


