WARTALENTERA – Ingin diet tapi susah meninggalkan makanan dan minuman yang enak-enak. Diet rendah gula dan karbohidrat kerap kali gagal karena justru memicu rasa lapar dan stres karena tidak bisa menikmati makanan yang disukai. Intermittent Fasting dipercaya bisa menjadi solusi.
Dihimpun dari berbagai sumber, diet rendah lemak dan karbohidrat seringkali gagal. Karena, diet itu mengharuskan kita untuk menghindari semua makanan yang kita sukai. Metode diet seperti ini juga dapat membuat kita menjadi mudah lapar, karena mengurangi asupan makronutrien yang merupakan sumber energi bagi tubuh.
Berbeda dengan metode diet lain yang cenderung memiliki banyak aturan soal jenis makanan, intermittent fasting adalah metode diet yang justru tidak melarang kita untuk mengonsumsi apa saja jenis makanan yang kita suka atau inginkan. Metode dalam diet puasa itu lebih menjurus pada pengaturan waktu. Kapan kita boleh makan, dan kapan kita harus berhenti makan atau puasa. Metode ini pada umumnya menganjurkan untuk puasa makan selama 16 jam. Tetapi, sebenarnya jam puasa bisa diatur sesuai keinginan.
Lebih jauh dijelaskan, Intermittent fasting adalah sebuah metode di mana kita memberikan waktu khusus untuk mengonsumsi makanan seperti biasa, dan waktu untuk melakukan pembatasan atau tidak makan sama sekali. Pada saat melakukan diet ini, kita harus membatasi asupan makanan atau kalori dalam jumlah tertentu. Di waktu lainnya, kita bisa makan seperti biasa asalkan tidak sampai berlebihan.
Jika puasa erat kaitannya dengan larangan makan dan minum, pada diet ini kita masih boleh minum. Dengan catatan, minumannya tidak berkalori seperti air mineral, kopi tanpa gula, dan teh tanpa gula. Selama jeda makan atau waktu makan masih ada, kita juga boleh makan apapun selama masih dalam porsi yang wajar.
Selain efektif untuk menurunkan berat badan, intermittent fasting adalah metode diet yang juga bisa membawa banyak manfaat untuk kesehatan kita.
Berikut beberapa manfaat diet Intermittent Fasting yang berhasil dihimpun redaksi dari berbagai sumber.
1. Menurunkan berat badan
Salah satu alasan metode diet intermittent fasting efektif untuk menurunkan berat badan adalah karena kita mengonsumsi kalori yang lebih sedikit. Bahkan pada saat memasuki periode tidak makan (puasa), tidak ada kalori sama sekali yang masuk ke dalam tubuh kita. Itu menunjukkan jika intermittent fasting bisa diandalkan sebagai salah satu upaya untuk menurunkan berat badan.
Meskipun kita tidak melakukan penghitungan kalori dalam puasa ini, tetapi dengan adanya pembatasan dari makanan dan kalori yang masuk ke dalam tubuh, itu sudah sangat berpengaruh besar terhadap penurunan berat badan.
2. Fungsi sel, hormon, dan gen lebih baik
Pada saat tubuh tidak makan atau berpuasa, maka beberapa perubahan terjadi di tubuh. Misalnya, tubuh akan memulai proses perbaikan sel yang penting dan mengubah kadar hormon agar lemak tubuh yang tersimpan lebih mudah diakses. Selain itu, tingkat insulin dalam darah juga akan turun secara signifikan, yang bermanfaat untuk pembakaran lemak. Kadar hormon pertumbuhan dalam darah juga dapat meningkat sebanyak 5 kali lipat.
Bersamaan dengan itu, tubuh akan menginduksi proses perbaikan sel yang penting, seperti membuang bahan limbah dari sel. Bahkan, ada juga perubahan menguntungkan pada beberapa gen dan molekul yang terkait dengan umur panjang dan perlindungan terhadap penyakit.
3. Menurunkan risiko diabetes tipe 2
Manfaat diet intermittent fasting selanjutnya adalah menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 itu memiliki ciri utama tingginya kadar gula dalam darah. Diet intermittent fasting terbukti memiliki manfaat besar untuk resistensi insulin dan menyebabkan penurunan kadar gula darah yang mengesankan.
4. Mengurangi stres oksidatif
Stres oksidatif merupakan salah satu faktor yang dapat mempercepat penuaan dan risiko banyak penyakit kronis. Penyebabnya adalah paparan radikal bebas yang merusak sel dalam tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa intermittent dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap stres oksidatif. Manfaat dalam pengurangan stress oksidatif ini seharusnya juga memiliki manfaat melawan penuaan dan perkembangan berbagai penyakit.
5. Meningkatkan metabolisme tubuh
Situs kesehatan Healthline menyebutkan bahwa puasa dapat meningkatkan level hormon sehingga lemak yang tersimpan menjadi lebih mudah dicerna. Salah satu hormon yang juga ikut meningkat adalah human growth hormone (HGH). Meningkatnya hormon itu akan berdampak pada peningkatan metabolisme. Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan massa otot.
Semakin tinggi metabolisme, maka tubuh akan menjadi lebih banyak membakar kalori pada saat kita beraktivitas, bahkan saat beristirahat. Apabila metabolisme tinggi dan tidak ada kalori yang masuk, maka tubuh akan membakar kalori yang tersimpan di dalam tubuh. (vi


