x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

RI-Brasil Perkuat Sinergi Kembangkan Sektor Bioenergi

Editor :

WARTALENTERA – Pemerintah Indonesia dan Brasil sepakat memperkuat sinergi dengan mengembangkan sektor bioenergi, industri dirgantara, dan ekonomi hijau berbasis sumber daya terbarukan. Kesepakatan ini terjalin dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Brazil.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan pertemuan dengan para diaspora atau masyarakat Indonesia di Brasilia, Brazil. Kegiatan ini dalam rangkaian agenda kunjungan kerjanya menghadiri Pertemuan Menteri-Menteri Industri BRICS ke-9.

Menperin menilai BRICS bukan sekadar forum ekonomi biasa, aliansi ini juga mencerminkan tatanan dunia baru dimana negara-negara berkembang membangun solidaritas untuk menciptakan sistem global yang lebih adil, setara, dan inklusif.

Dengan bergabungnya Indonesia di dalam kelompok BRICS, akan memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia Selatan, sekaligus memperluas kanal kerja sama strategis di bidang industri, inovasi teknologi, investasi, dan transformasi digital.

“Kehadiran saya dalam pertemuan ini membawa mandat dan aspirasi nasional. Kami akan menyampaikan komitmen Indonesia dalam mendorong transformasi industri nasional menuju era digital dan ramah lingkungan melalui inisiatif Making Indonesia 4.0. Kita juga ingin pastikan bahwa digitalisasi, kecerdasan buatan, dan teknologi hijau bukan hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar mengakar dalam strategi pembangunan industri kita,” kata Menperin dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Pada Kamis (22/5/2025) malam, Menperin melakukan pertemuan dengan para diaspora atau masyarakat Indonesia di Brasilia, Brazil. Kegiatan ini dalam rangkaian agenda kunjungan kerjanya menghadiri Pertemuan Menteri-Menteri Industri BRICS yang ke-9. Pada kesempatan tersebut, Menperin menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Brazil telah terjalin sejak tahun 1953.

“Dalam lebih dari tujuh dekade hubungan diplomatik, kedua negara telah menorehkan banyak kemajuan, khususnya dalam bidang perdagangan, investasi, dan kerja sama industri,” ungkapnya.

Pada 2024, total nilai perdagangan kedua negara lebih dari USD7 miliar. Adapun komoditas yang diekspor Indonesia ke Brazil, antara lain kendaraan bermotor, minyak sawit, dan alas kaki.

Menurut Menperin, kerja sama bilateral ini tidak hanya mencerminkan hubungan dagang yang saling menguntungkan, tetapi juga memperlihatkan kesamaan visi kedua negara dalam membangun ekonomi yang tangguh, adil, dan inklusif.

“Dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Brazil, kami sepakat untuk terus memperkuat sinergi di sektor bioenergi, industri dirgantara, dan ekonomi hijau berbasis sumber daya terbarukan,” tuturnya.

Lebih lanjut, dalam kerangka BRICS, Indonesia bertekad menjadi motor penggerak industri berkelanjutan di kawasan Global South.

“Kita tidak ingin hanya menjadi pasar, tetapi menjadi pusat produksi dan inovasi. BRICS akan menjadi wahana penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi industri nasional dalam perekonomian global yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis inovasi,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan Indonesia dalam program-program BRICS seperti BRICS Center for Industrial Competences, PartNIR Innovation Centre, dan SME Working Group Action Plan 2025–2030.

“Ini sangat relevan dengan upaya kami untuk semakin memperkuat sektor industri kecil dan menengah (IKM),” ujar Menperin.

Kinerja industri manufaktur

Pada kesempatan ini, Menperin juga menyampaikan kinerja sektor industri manufaktur di tanah air. Pada triwulan I-2025, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 4,31 persen (y-o-y), dengan kontribusinya terhadap PDB nasional yang mencapai 17,50 persen.

“Kontribusi manufaktur tersebut mengalami kenaikan, baik secara q-to-q yang naik 0,19 persen, maupun secara y-o-y yang naik 0,03 persen. Sementara itu, dari sisi kinerja ekspor dan investasi, pada triwulan I-2025, industri pengolahan nonmigas mencatatkan nilai ekspor sebesar 52,90 miliar dolar AS dan realisasi dari nilai investasi mencapai Rp179,70 triliun,” sebutnya.

Kemudian, secara global, posisi Indonesia dalam industri manufaktur sangat membanggakan, dilihat dari nilai Manufacturing Value Added (MVA). Merujuk data World Bank, MVA Indonesia mencapai USD255,96 miliar pada 2023, yang menempatkan posisi ke-4 sebagai negara yang memiliki nilai MVA terbesar dari anggota BRICS setelah China (USD4.658,79 miliar ), India (USD461,38 miliar ), dan Brasil (USD289,79 miliar ).

Sementara itu, negara anggota BRICS lainnya dengan MVA di bawah Indonesia, yakni Rusia sebesar USD251,58 miliar, disusul Arab Saudi (USD157.88 miliar ) Iran (USD78,54 miliar ), Mesir (USD59 miliar ), Uni Emirat Arab (USD55,76 miliar), Afrika Selatan (USD49,35 miliar), dan Ethiopia (USD7,33 miliar ).

Sedangkan, di kawasan Asia, posisi Indonesia menempati urut ke-5 setelah China, Jepang, India, dan Korea Selatan. Hebatnya, untuk di kawasan ASEAN, Indonesia menduduki posisi teratas, melampaui Thailand dan Vietnam.

“Ditengah perubahan dunia yang begitu cepat, kita harus mampu menjaga orientasi dan arah pembangunan nasional. Indonesia memiliki potensi besar dalam sumber daya alam, kekayaan hayati, dan bonus demografi. Tapi semua itu tidak akan berarti tanpa inovasi, kerja keras, dan keberanian mengambil peran di panggung internasional. BRICS memberi kita peluang, tapi juga menuntut kontribusi nyata,” tegas Menperin.

Itulah sebabnya, lanjut Menperin, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menciptakan ekosistem industri yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan—baik dari sisi kebijakan, infrastruktur, insentif, maupun sumber daya manusia.

“Kami juga bertekad mempersempit kesenjangan teknologi antara industri besar dan IKM, agar semua pelaku industri dapat mengambil bagian dalam revolusi industri keempat,” ujarnya.

Menperin optimistis, dengan kerja sama dan gotong royong semua pihak—termasuk komunitas diaspora di luar negeri seperti yang ada di Brazil—Indonesia akan mampu mengambil manfaat maksimal dari keanggotaan BRICS ini.

“Saya ingin menegaskan kembali bahwa kunjungan saya ke Brazil bukan hanya membawa kepentingan diplomatik atau sektor industri semata, tetapi juga membawa pesan kebangsaan dan solidaritas. Kami datang untuk membangun jembatan, memperkuat relasi, dan membawa nama baik Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,” tuturnya. (inx)

Berita Terbaru
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.
Selasa, 08 Sep 2026 06:20 WIB

Bandara Beroperasi Kembali, Anak Sekolah Masih Pembelajaran Jarak Jauh

Hari ini Bandara Soekarno Hatta mulai beroperasi kembali, pembelajaran jarak jauh sekolah masih berlaku.
Minggu, 06 Sep 2026 09:09 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Hujan Abu Sampai Bogor, Bandara Soetta Ditutup

Hujan abu vulkanik sudah mencapai wilayah Bogor dan Bandara Soekarno Hatta ditutup.