x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Kesiapan Guru dan Infrastruktur, Tantangan Mapel Koding dan AI

WARTALENTERA-Kesiapan guru dan infrastruktur jadi kendala pembelajaran koding dan AI atau kecerdasan buatan di sekolah. Padahal, realisasi mata pelajaran pilihan AI akan mulai dilakukan di tahun ajaran baru 2025/2026.

Implementasi tanpa kesiapan infrastruktur dan guru, tidak akan maksimal. "Kita perlu merespons dinamika perubahan yang terus berkembang. Justru anak-anak lebih cepat merespons, gurunya yang perlu disiapkan,” kata Kepala Pusat Riset Pendidikan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Trina Fizzanty melansir diskusi Pro 3 RRI, Kamis (5/6/2025).

BRIN saat ini tengah melakukan riset pemanfaatan AI dan teknologi baru pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Riset tahun ini meliputi pemetaan praktik di lapangan serta pengembangan model pembelajaran yang sesuai kebutuhan dan kemampuan siswa.

Berdasarkan hasil pemetaan awal, penggunaan AI di sekolah saat ini hanya sebatas platform produktivitas berbasis AI. Di antarnya adalah layanan OpenAI, serta beberapa gim edukatif sederhana yang memanfaatkan unsur kecerdasan buatan.

Adopsi perangkat robotik atau teknologi canggih lainnya masih sangat minim, karena membutuhkan investasi besar dan persiapan lebih intensif. Semua aspek pendukung penggunaan AI masih menjadi hambatan nyata di banyak sekolah.

Hal lainnya, adalah kurikulum yang belum terintegrasi AI, pelatihan guru minim, hingga perangkat teknologi yang belum merata. Untuk mengatasi kendala tersebut, dia menyarankan penerapan pembelajaran koding dan AI secara bertahap.

Ini bisa dimulai dari daerah atau sekolah yang memiliki kesiapan sumber daya manusia maupun infrastruktur lebih baik. "Istilahnya, seperti proyek percontohan dulu lah," imbaunya.

Sebelumnya diberitakan,

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti juga telah menegaskan bahwa meskipun bersifat opsional, mata pelajaran koding dan AI adalah langkah penting dalam membekali anak-anak dengan keterampilan yang relevan untuk masa depan. Menurutnya, inisiatif tersebut adalah bagian dari digitalisasi pendidikan yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yang dapat mengembangkan sejumlah kemampuan siswa, seperti kreativitas dan kolaborasi.

Mempelajari coding dan AI, lanjutnya, tak sekedar untuk menamatkan pendidikan di jenjang tertentu, tetapi agar kemampuan-kemampuan non-akademik mereka juga dapat dikembangkan. Sehingga dapat membantu di dunia kerja nantinya. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu