x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Dalam 4 Tahun, BRIN Targetkan Indonesia Masuk Peringkat ke-49 GII

Editor :

WARTALENTERA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) targetkan Indonesia masuk peringkat ke-49 Global Innovation Index (GII) dalam periode 2025-2029. Saat ini, Indonesia berada di ranking 54 GII.

Demikian disampaikan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam rapat bersama Komisi X DPR RI terkait rencana kebijakan BRIN peride 2025-2029di Jakarta, Selasa (12/11/2024).

"Syukur Alhamdulillah, Indonesia pada saat ini bisa masuk ke ranking 54 untuk di Global Innovation Index," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tugas utama BRIN adalah menjadi fasilitator agar industri riset dan pengembangan bertumbuh. Hal itu dapat tercermin dalam bentuk belanja penelitian dan pembangunan (Litbang).

Tri mengatakan seharusnya, 80 persen dari total belanja berasal dari non-pemerintah.

"Di akhir periode 2029 kalau tidak salah target belanja Litbang Nasional ada 1 persen, sehingga minimal 0,8 persen harus dari swasta, sedangkan APBN hanya 0,2 persen," katanya.

Dalam kesempatan itu ia menjelaskan untuk tahun anggaran 2025, BRIN mendapatkan alokasi sebesar Rp5,842 triliun, dengan rincian sekitar Rp2 triliun untuk riset dan inovasi, dan dukungan manajemen sebesar Rp3,8 triliun.

Dalam hal mendukung program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pihaknya mendapatkan amanat di sejumlah program, contohnya program prioritas kedua, yakni swasembada pangan dan swasembada energi.

Perihal swasembada pangan, lanjutnya, pihaknya akan mengembangkan varietas yang sesuai dengan iklim dan ekologi yang sesuai dengan tiap daerah Indonesia, guna menggenjot produktivitas pertanian lokal. Selain itu, katanya, mengembangkan teknologi budidaya pertanian, peternakan, perikanan, guna diversifikasi produk hasil pangan.

Adapun untuk swasembada energi, Laksana mengatakan BRIN berfokus pada transisi PLTU batu bara agar menjadi ramah lingkungan, serta persiapan untuk PLTN. Program prioritas nasional lainnya yang ditangani BRIN termasuk infrastruktur berkelanjutan, di mana pihaknya diminta untuk membantu dalam hal digitalisasi.

Laksana menambahkan, untuk program prioritas nasional keempat terkait kesehatan, BRIN berfokus pada penguatan kesehatan preventif baik dalam bentuk alat kesehatan seperti rapid test kit, kemudian juga pengobatan yang sifatnya presisi, berbasis genomik, serta obat berbasis sumber daya lokal dan pangan fungsional, misalnya untuk stunting.

"Kemudian untuk TBC, itu kami saat ini mengembangkan rapid test kit dan vaksin TBC," katanya.

Adapun untuk prioritas nasional kelima, ujarnya, BRIN diminta membantu hilirisasi dan industrialisasi, khususnya yang terkait dengan pemanfaatan sumber daya alam lokal yang terbarukan, artinya hilirisasi dari pertanian, peternakan, kehutanan, dan sebagainya. (inx)

Berita Terbaru
Selasa, 15 Sep 2026 22:38 WIB

Kata Pertama Suahasil Jadi Menteri Keuangan, Ingin Jaga Keuangan Negara

Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
Selasa, 15 Sep 2026 18:50 WIB

129 Penumpang Masih Hilang, Notice to Mariners Disebar

Pemerintah fokus optimalkan pencarian dan penanganan penumpang tenggelam KMP Virgo Transport 8.
Senin, 14 Sep 2026 14:22 WIB

Korban Tenggelam KMP Virgo Transport 8 Ditemukan, 6 Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 114 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dari perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.