x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

BNPB Gelar Simulasi Gempa Besar untuk Uji Kesiapsiagaan Sulbar

WARTALENTERA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar simulasi gempa bumi bermagnitudo besar di Provinsi Sulawesi Barat sebagai bagian dari uji sistem tanggap darurat. Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, TNI/Polri, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi bencana.

“Simulasi ini bertujuan membangun kesiapsiagaan daerah melalui penguatan komunikasi dan sistem koordinasi tanggap darurat dalam menghadapi ancaman gempa dan dampak berantainya,” ujar Widyaiswara Madya BNPB Apriyuanda G. Bayu Pradana di Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Simulasi tersebut dilakukan dalam bentuk table top exercise (TTX) dan command post exercise (CPX) di Kota Mamuju, Sulawesi Barat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) BNPB bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Menurut Apriyuanda, ada empat tujuan utama dari pelaksanaan TTX dan CPX ini:

  1. Meningkatkan pemahaman dan kapasitas pemerintah daerah dalam penanganan darurat bencana.
  2. Menguji efektivitas rencana kontinjensi dan prosedur operasional standar (SOP).
  3. Memperkuat koordinasi antarlembaga dalam sistem komando tanggap darurat.
  4. Menyiapkan rekomendasi kebijakan dan perbaikan rencana kedaruratan.

Simulasi ini dirancang berdasarkan hasil kajian risiko bencana dan pengalaman dari gempa bermagnitudo 6,2 yang mengguncang Sulbar pada 15 Januari 2021, menewaskan 105 orang dan menimbulkan kerugian lebih dari Rp200 miliar.

Kali ini, simulasi mengadopsi skenario gempa bermagnitudo 7,5 yang mengguncang wilayah pesisir Majene dan Mamuju pada pagi hari, dengan perkiraan korban jiwa mencapai lebih dari 1.000 orang dan sekitar 200.000 warga mengungsi.

“Tujuannya untuk menguji kapasitas respons dan pengambilan keputusan di tingkat provinsi, serta memastikan keterpaduan antarlembaga dalam penanganan dampak multisektoral,” lanjut Apriyuanda.

Sementara itu, Plh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Herdin Ismail menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen daerah dan BNPB dalam membangun budaya sadar bencana.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh unsur memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing, dan mampu bergerak cepat, tepat, serta terkoordinasi saat bencana sungguhan terjadi,” ujarnya.

Herdin menambahkan bahwa melalui simulasi ini, Sulbar diharapkan makin tangguh menghadapi ancaman gempa, serta masyarakat makin siap dan terlindungi dari risiko bencana di masa mendatang. (kom)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu