x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Dampak Buruk Fatherless pada Anak, Kenali Ciri-Cirinya

Editor :

WARTALENTERA - Dampak fatherless (kekurangan kasih sayang dan kehadiran ayah) di Indonesia menjadi isu yang mengemuka. Jangan dianggap remeh, karena dampak negatifnya pada anak akan berkepanjangan dan bisa mempengaruhi masa depan anak.

Indonesia baru saja memperingati Hari Ayah Nasional pada 12 November. Indonesia masuk jajaran "fatherless country" atau negara tanpa ayah, yang menjadi salah satu tantangan serius bagi pembangunan sosial dan kesehatan mental anak-anak Indonesia.

Peran penting seorang ayah dalam keluarga, bukan hanya sebagai pencari nafkah, tapi juga harus mampu menjadi panutan, pelindung, maupun pengayom bagi anak-anaknya. Psikolog Mieke Prasetyo yang tergabung dalam Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) Sekarkidjang mencatat, fenomena "fatherless country" ini tidak hanya terkait dengan ketiadaan fisik ayah dalam keluarga, tetapi juga ketidakhadiran secara emosional.

"Betul sekali peran ayah tentu sangat penting bagi perkembangan anak selain pemenuhan finansial. Kehadiran ayah secara psikologis juga penting dalam pengasuhan. Kehadiran dan stimulasi dari ayah yang pertama akan meningkatkan kemampuan kognitif anak," ujar Mieke, melansir rri.co.id, Sabtu (16/11/2024).

Ia melanjutkan, peran ayah mempengaruhi rasa percaya diri anak. Mulai dari cara ayah memberikan respon terhadap fisik, kebiasaan, atau tingkah anak, maupun menanggapi stimulasi dari lingkungan.

"Ayah juga akan membantu anak merespon situasi sulit diluar rumah saat dewasa, membuat pertimbangan dalam menyelesaikan masalah dari sudut pandang yang lebih luas, mereka juga akan mengajarkan anak memperlakukan teman, lawan jenis, atau memilih teman. Kehadiran ayah juga akan membantu anak belajar terkait pengambilan keputusan," paparnya panjang lebar.

Menurut data United Nations Children's Fund (UNICEF) tahun 2021, sekitar 20,9% anak-anak di Indonesia tumbuh tanpa kehadiran ayah. Hal itu, menambah panjang daftar anak-anak di Indonesia yang tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah dalam keluarga, baik karena perceraian, pekerjaan yang membuat ayah jarang di rumah, atau faktor lainnya.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa anak yang tumbuh tanpa kehadiran ayah rentan menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya kepercayaan diri, masalah perilaku, hingga kesulitan dalam menjalin hubungan sosial di kemudian hari. Sebagian besar ayah di Indonesia bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sehingga waktu mereka untuk berinteraksi dengan anak-anaknya terbatas.

Kondisi ini berpotensi membentuk jarak emosional antara ayah dan anak yang sulit dijembatani, sehingga meskipun ada secara fisik, hubungan emosional antara mereka menjadi lemah.

Ciri-Ciri Fatherless pada Anak

Untuk mencegah kondisi fatherless pada anak semakin parah, Moms perlu mengidentifikasi tanda-tandanya terlebih dahulu. Berikut ini beberapa tanda fatherless pada anak maupun ayah menurut Psikolog Anak Fabiola Priscilla S.Psi, M.Psi, Psikolog, melansir nakita, Sabtu (16/11/2024).

1. Anak merasa canggung

Anak-anak merasa canggung ketika ayahnya hadir secara fisik. Hal ini biasanya terjadi karena anak-anak tidak merasa dekat secara emosi dengan ayahnya.

2. Father hunger

Kelaparan akan figur ayah atau father hunger bisa menyebabkan anak selalu mencari sosok ayah di luar sana. Biasanya anak yang mengalami ini akan mencari sosok ayah pengganti untuk memenuhi kebutuhan psikologis akan rasa nyaman dan aman.

3. Merasa kurang disayang

Anak-anak yang mengalami fatherless biasanya akan merasa kurang disayang. "Fatherless membuat anak menjadi merasa kurang disayang, diperhatikan, dan kurang dukungan sehingga tampil sebagai pribadi yang selalu membutuhkan perhatian dan dukungan yang tidak ia dapatkan dari sang ayah,” jelasnya lagi.

Cara Mengatasi Fatherless

Meski sudah terjadi, bukan berarti fatherless tidak dapat diatasi. Namun, hal pertama yang harus dilakukan oleh para ayah adalah menyadari kurangnya peran dirinya untuk sang anak.

"Meski sebagian ayah mungkin juga mengalami fatherless, bukan berarti mereka tidak bisa berperan secara optimal,” ulasnya. Dia mengajak ayah untuk membangun lagi kekuatan mental anak, bangun hubungan yang harmonis, kembali berperan aktif, dan tentunya berdamai dengan masa lalu.

"Jika dibutuhkan, jangan sungkan untuk menemui profesional di bidang kesehatan mental,” imbaunya. (sic)

Berita Terbaru
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.
Sabtu, 24 Okt 2026 09:01 WIB

Tangani Karhutla Kalsel, Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan Sebagai Sumber Air Heli Water Bombing

Pemerintah menangani kebakaran hutan di Kalimantan Selatan dengan penyediaan sumber air beserta sarana dan prasarana.
Jumat, 23 Okt 2026 21:05 WIB

Tingkatkan Pertumbuhan Ekosistem Kreatif Nasional, Bank Artha Graha Internasional Gandeng WCCE 2026

Bank Artha Graha Internasional menjadi mitra strategis dalam ajang The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.