x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

PKS Desak Pemerintah Berangus Iklan Jual Beli Pulau

Editor :

WARTALENTERA - Iklan jual beli pulau di media asing sangat mengkhawatirkan dan perlu perhatian serius dari Pemerintah. Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS, Mulyanto, minta Pemerintah menindak tegas semua pihak terkait pemasangan iklan jual beli pulau kecil di wilayah Indonesia di media online asing tersebut.

Ia minta Pemerintah sungguh-sungguh menginformasikan kepada pihak terkait di luar negeri bahwa di Indonesia tidak dibenarkan jual-beli pulau kecil kepada pihak asing.

"Jangankan pihak asing, WNI sekalipun pun harus memenuhi persyaratan yang ketat untuk dapat memperoleh izin dalam pengelolaan sebuah pulau kecil," tegasnya dalam keterangan yang dikutip Selasa (24/6/2025).

Mulyanto menilai, hal yang paling mengganggu dari iklan jual beli pulau kecil kepada pihak asing tersebut adalah soal marwah dan kedaulatan negara.

"Terkesan pulau atau tanah air kita dapat seenaknya diperjualbelikan kepada pihak asing," tegas Mulyanto.

"Dulu kita merebutnya dari tangan para penjajah melalui perjuangan hidup-mati menggunakan bambu runcing," tambahnya.

Ketegasan sikap Pemerintah ini sangat penting, pasalnya menurut Anggota DPR RI periode 2019-2024, iklan jual beli pulau kecil di Indonesia kepada pihak asing ini bukan kali pertama. Iklan seperti ini sudah yang kesekian kalinya sejak 2015 dan muncul di situs yang sama.

“Sekarang dalam situs tersebut ditawarkan sepasang pulau di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri), yang jaraknya sekitar 200 mil laut dari Singapura. Ini kan sangat strategis,” ujarnya.

Padahal, menurut Mulyanto, sudah sangat jelas, bahwa tidak boleh sejengkalpun tanah Indonesia apalagi sebuah pulau kecil dijual kepada pihak asing. Karena ini soal kedaulatan negara bukan soal ekonomi atau bisnis dan investasi.

"Pihak asing dilarang membeli dan memiliki pulau kecil di Indonesia. Paling tinggi hanya boleh berupa hak pakai dan hak sewa," tegasnya.

Kalau langkah ini tidak diambil Pemerintah, maka kasus iklan jual beli pulau kecil ini akan terus berulang. Dikhawatirkan kasus kepemilikan pulau kecil terselubung oleh pihak asing melalui sewa dengan jangka waktu sangat panjang.

Sebagai informasi, sebelum kasus jual beli pulau kecil di Kepulauan Anambas ini, tahun 2022, Kepulauan Widi di Maluku Utara dikabarkan bakal dilelang atau dijual di situs asing untuk real estate yang paling menarik di Asia.

Pada 2021, sebuah Pulau di Kawasan Desa Boneatiro, Kecamatan Kapuntori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara ditawarkan di situs asing dengan harga murah. Pada tahun yang sama muncul kasus penjualan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Pulau Ajab di Bintan, Kepulauan Riau, pernah ditawarkan di situs jual-beli pulau.

Bahkan pada 2019 muncul iklan di situs asing penjualan Pulau Dua Barat, di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Sebelumnya, pada 2015, tiga pulau di Kepulauan Mentawai dikabarkan dijual di situs asing, yakni Pulau Makaroni, Pulau Siloinak dan Pulau Kandui. (inx)

Berita Terbaru
Senin, 14 Sep 2026 14:22 WIB

Korban Tenggelam KMP Virgo Transport 8 Ditemukan, 6 Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 114 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dari perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.