x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

BNN Intensifkan Operasi, Peredaran Narkoba Kini Masuk ke Desa

Editor :

WARTALENTERA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia memperketat operasi di sejumlah wilayah rawan setelah peredaran narkoba diketahui meluas hingga pelosok desa. Kepala BNN, Komjen Pol. Marthinus Hukom, menjelaskan bahwa sindikat narkoba kini mengemas barang haram dalam bentuk “paket hemat” yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan daya beli masyarakat desa.

Peredaran gelap narkoba yang menyasar sampai ke pelosok-pelosok desa merupakan suatu bentuk ancaman dan gangguan keamanan bagi manusia,” tegas Marthinus dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (22/8/2025).

10 Wilayah Paling Rawan Narkoba

Marthinus menyebut ada 10 wilayah yang terindikasi sebagai jalur masuk paling rawan penyelundupan narkoba, yakni:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Sumatera Selatan
  • Kepulauan Riau
  • Riau
  • Jambi
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Utara
  • Pesisir barat pantai Sulawesi

“Berdasarkan data tersebut, BNN bersama instansi terkait akan mengintensifkan operasi di wilayah-wilayah itu untuk menekan dan memutus jalur penyelundupan narkoba dari hulu hingga hilir, khususnya untuk mencegah pengiriman dari luar negeri,” ujarnya.

Peran Desk Pemberantasan Narkoba

Menurut Marthinus, efektivitas operasi meningkat sejak Desk Pemberantasan Narkoba dibentuk dan dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam).

Operasi gabungan ini disebut berhasil menyita narkoba dalam jumlah signifikan sehingga mengurangi peredarannya di pasaran, meski berimbas pada lonjakan harga yang dimanfaatkan sindikat. “Oleh karena itu, kita perlu menggelar operasi berkesinambungan untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkoba sampai ke titik yang paling rendah,” kata Marthinus menekankan.

Sinergi Nasional Perangi Narkoba

Sementara itu, Sekretaris Kemenko Polkam, Letnan Jenderal TNI Mochamad Hasan, menyatakan Desk Koordinasi Pemberantasan Narkoba mengintegrasikan kekuatan lintas lembaga, mulai dari BNN, TNI, Polri, Kejaksaan, Imigrasi, Bea Cukai, BIN, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.

“Kita tidak bisa lagi bekerja terpisah-pisah, penanganan narkoba bukan hanya tanggung jawab BNN atau Polri. Ini adalah tugas nasional yang memerlukan orkestrasi kekuatan negara secara menyeluruh,” ujar Hasan.

Agenda prioritas Desk Koordinasi Pemberantasan Narkoba meliputi:

  • Peningkatan intensitas razia di titik rawan, pelabuhan tikus, perbatasan, lembaga pemasyarakatan, dan tempat hiburan.
  • Pemutusan jalur suplai dan keuangan sindikat dengan pendekatan intelijen keuangan dan cyber surveillance.
  • Penguatan regulasi, termasuk wacana pengetatan hukuman mati bagi bandar besar sesuai koridor hukum dan HAM.
  • Peningkatan kapasitas rehabilitasi dan reintegrasi sosial korban penyalahgunaan narkoba.
  • Gerakan masyarakat sipil antinarkoba secara masif, mulai dari sekolah, keluarga, hingga tempat kerja.

“Dan kita mulai menyoroti ormas-ormas yang terafiliasi dengan premanisme yang mem-backing kegiatan narkoba,” tambah Hasan. (kom)

Berita Terbaru
Selasa, 15 Sep 2026 22:38 WIB

Kata Pertama Suahasil Jadi Menteri Keuangan, Ingin Jaga Keuangan Negara

Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
Selasa, 15 Sep 2026 18:50 WIB

129 Penumpang Masih Hilang, Notice to Mariners Disebar

Pemerintah fokus optimalkan pencarian dan penanganan penumpang tenggelam KMP Virgo Transport 8.
Senin, 14 Sep 2026 14:22 WIB

Korban Tenggelam KMP Virgo Transport 8 Ditemukan, 6 Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 114 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dari perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.