x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Heboh Siswi SMKN 1 Cihampelas Meninggal Setelah Keracunan MBG, Ini Faktanya!

WARTALENTERA – Diduga keracunan makanan bergizi gratis (MBG), seorang siswi SMKN 1 Cihampelas Bandung Barat, meninggal dunia. Kabar ini langsung heboh karena sekolah tersebut sempat menjadi Lokasi kejadian keracunan MBG pada 24 September 2025 lalu, bersamaan dengan kasus di Cipongkor, Bandung Barat.

Identitas korban atau siswi yang meninggal yang sempat dikira karena keracunan MBG ini bernama Bunga Rahmawati (17). Bunga merupakan siswi kelas XII SMK Negeri 1 Cihampelas, Bandung Barat.

Diketahui Bunga merupakan satu dari ratusan siswa yang mengonsumsi MBG pada Rabu (24/9/2025). Tentu saja, peristiwa siswi meninggal dunia ditengah kasus keracunan MBG di Bandung Barat ini sempat heboh dan menyita perhatian publik.

Kejadian itu membuat Plt Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat (KBB), Lia N Sukandar angkat bicara dan membeberkan klarifikasi.

Berikut inilah fakta-fakta kasus siswi di Bandung yang meninggal dunia sempat diduga keracunan MBG.

1. Identitas korban

Identitas korban atau siswi yang meninggal sempat dikira karena keracunan MBG ini bernama Bunga Rahmawati (17). Ia merupakan siswi kelas XII SMK Negeri 1 Cihampelas, Bandung Barat.

Diketahui Bunga memang menjadi satu dari ratusan siswa yang mengonsumsi MBG pada Rabu (24/9/2025). Namun, saat kejadian Bunga tidak mengalami keracunan seperti 121 siswa lain.

2. Santer diisukan keracunan MBG

Kasus keracunan MBG di tempat Bunga Rahmawati sekolah di SMK Negeri 1 Cihampelas terjadi pada Rabu (24/9/2025). Namun, Bunga meninggal dunia pada Selasa (30/9/2025).

Meski begitu, santer dikabarkan Bunga meninggal dunia akibat keracunan MBG. Pasalnya Bunga termasuk satu dari ratusan siswi yang mengonsumsi MBG menyebabkan 121 siswi di SMK Negeri 1 Cihampelas mengalami keracunan pada Rabu (24/9/2025).

Namun menurut salah satu guru, Dady, meski mengonsumsi MBG, Bunga tidak mengalami keracunan seperti 121 siswa lainnya.

"Betul yang bersangkutan siswi kami dan dapat bagian MBG. Tapi Dia tidak tercatat masuk posko, Puskemas, maupun rumah sakit saat kejadian keracunan," ungkap Dady, Rabu (1/10/2025).

3. Kronologi meninggal dunia

Sebelumnya, Camat Cihampelas, Agus Rudianto mengungkap kronologi meninggalnya Bunga, siswi di Bandung tersebut. Bunga mengalami gejala mirip keracunan pada Senin (29/9/2025), yakni mual, dan pusing.

"Jadi ini kata keluarganya, Senin masih sekolah. Enggak ada tanda-tanda (sakit), baru pada malamnya dia ngeluh sakit kepala, gitu katanya," kata Agus.

Tidak ada kecerugiaan dari pihak keluarga terhadap apa yang dialami Bunga yang mengarah kepada hal yang lebih serius. Bahkan, kondisi kesehatan Bunga terus membaik setelah diberi obat masuk angin hingga bisa bersekolah di hari Selasa (30/9/2025).

"Kemudian dikasi aja ini obat masuk angin, besoknya (Selasa) sudah baikan, sudah masuk sekolah. Baru pas pulang sekolah adiknya yang laki-laki ini lihat kakaknya (Bunga) di kamar, melotot sambil mulutnya berbusa gitu," jelas Agus.

Bunga sempat dibawa ke RSUD Cililin untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun Bunga dinyatakan telah meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan di rumah sakit tersebut.

"Meninggalnya katanya di ambulans waktu mau dibawa ke (RSUD) Cililin. Informasinya sudah dimakamkan kemarin ya," ujar Agus.

Jenazah Bunga dimakamkan di pemakaman setempat di Kampung Selakopi, Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, KBB Rabu (1/1/2025).

4. Gejala mirip keracunan

Kepala Puskesmas Cihampelas, Edah Jubaidah, turut mengkonfirmasi soal meninggalnya Bunga. Bunga disebut mengalami gejala mirip keracunan makanan sebelum meninggal dunia.

Namun, Edah Jubaidah meragukan jika gejala mirip keracunan yang dialami Bunga karena MBG. Pasalnya, Bunga bukan siswi yang mengalami keracunan pada Rabu (24/9/2025) dan gejala yang dialami muncul jauh setelah tragedi keracunan massal.

"Gejalanya memang mirip keracunan, tapi jarak waktu dari makan MBG jauh, kemungkinan juga sudah mengonsumsi makanan lain selain MBG," kata Edah.

Edah mengungkapkan, Bunga mengalami gejala mirip keracunan berupa mual pada Senin (29/9/2025).

Hari itu Bunga masih masuk sekolah seperti biasa. Gejala yang dialami Bunga disebutkan sempat membaik, dan Bunga tetap masuk sekolah di hari Selasa (30/9/2025).

5. Keluarga tolak autopsi

Kini, jenazah Bunga sudah dimakamkan di pemakaman setempat di Kampung Selakopi, Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, KBB Rabu (1/1/2025). Pihak keluarga menganggap peristiwa yang dialami putrinya sebagai takdir.

Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah Bunga guna mendapatkan penyebab kematiannya secara medis.

6. Korban memiliki riwayat asam lambung

Perwakilan pihak keluarga Bunga, Nanang (53) mengungkap bahwa Bunga yang sempat diduga meninggal karena keracunan MBG itu memiliki riwayat penyakit. Nanang menyebut keponakannya itu sempat menderita penyakit asam lambung.

"Cuman kata Ibunya memang (Bunga) pernah punya penyakit lambung," kata Nanang.

7. Dinkes tegaskan meninggalnya Bunga bukan karena MBG

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) Lia N Sukandar menegaskan bahwa Bunga siswi di Bandung itu meninggal dunia bukan karena keracunan MBG.

"Tidak, bukan karena MBG," kata Lia saat dikonfirmasi.

Lia juga mengungkapkan keterangan serupa dengan keluarga bahwa Bunga memiliki riwayat penyakit asam lambung.

"Kejadian meninggalnya pasien bukan akibat konsumsi MBG, karena gejala muncul lebih dari 2x24 jam setelah pasien mengonsumsi makanan tersebut," kata Lia, Rabu (1/10/2025). (inx)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu