x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Bikin Gagal Ginjal, BPOM Kembali Ingatkan Masyarakat untuk Tidak Konsumsi Kopi Jantan

WARTALENTERA - Belakangan ini istilah kopi jantan kembali populer dan menjadi perbincangan publik. Produk kopi yang diklaim bisa meningkatkan stamina dan vitalitas pria itu, ternyata berefek buruk untuk kesehatan tubuh: gagal ginjal dan serangan jantung.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan Kopi Jantan +++ memiliki kandungan kimia obat berbahaya.

"Produk yang dipromosikan sebagai pangan, bahkan diklaim untuk meningkatkan kejantanan, ternyata setelah diperiksa mengandung sildenafil sitrat," ujar Kepala BPOM, Taruna Ikrar yang dikutip Warta Lentera, Selasa (6/1/2026).

Apa sebenarnya kopi jantan itu?

Secara umum, kopi jantan dikenal masyarakat sebagai kopi dengan biji tunggal (peaberry) atau kopi yang dipercaya memiliki cita rasa lebih kuat dan efek menyegarkan.

Di pasaran online, istilah kopi jantan juga sering digunakan sebagai strategi marketing untuk menyasar konsumen pria, dengan klaim peningkat stamina dan vitalitas.

Namun, BPOM menegaskan bahwa klaim berlebihan justru menjadi pintu masuk bahaya ketika produk tersebut disisipi bahan kimia obat tanpa izin edar.

BPOM RI mengungkap peredaran kopi ilegal berlabel Kopi Jantan *** yang mengandung sildenafil sitrat, zat obat keras yang seharusnya hanya digunakan dengan resep dokter.

Sildenafil dikenal luas sebagai obat gangguan ereksi. Namun, penggunaannya sangat berisiko jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis dan tanpa takaran dosis jelas.

“Obat ini bisa menyebabkan gagal jantung bila dikonsumsi berlebihan. Efeknya bisa fatal, mulai dari gagal ginjal, gagal jantung, bahkan kematian,” tegas Taruna.

BPOM ternyata sudah sejak lama menemukan produk kopi yang dicampur bahan kimia obat (BKO) seperti Paracetamol dan Sildenafil.

Kepala BPOM saat itu, Penny K. Lukito, menyebut beberapa merek yang terindikasi berbahaya:

"…di antaranya Kopi Jantan, Kopi Cleng, Kopi Bapak, Spider, Urat Madu, dan Jakarta Bandung."

Penny menjelaskan, penggunaan zat tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan:

"Siapapun yang mengonsumsi ini ya kemudian gangguan-gangguan lainnya bahkan bisa menyebabkan kematian, penyakit kanker juga memungkinkan tentunya,"

Menurut BPOM, kopi ilegal tersebut dipasarkan dengan narasi peningkat stamina pria agar menarik minat konsumen.

Padahal, efek “kuat” yang dirasakan bukan berasal dari kopi, melainkan dari zat obat keras yang seharusnya tidak ada dalam pangan.

Masih dijual online

Meski telah disita, BPOM mendapati kopi jantan ilegal masih beredar di sejumlah marketplace.

BPOM pun melakukan patroli siber dan pengajuan takedown secara berkala.

BPOM juga menegaskan pentingnya kerja sama dengan platform e-commerce agar patuh pada regulasi.

Dijelaskan, kopi asli—termasuk kopi jantan dalam arti biji kopi murni—mengandung kafein dan antioksidan yang dapat membantu meningkatkan fokus dan stamina sementara.

Namun, kopi murni tidak memiliki efek instan seperti obat kuat. Karena itu, BPOM menegaskan, pangan tidak seharusnya dicampur zat obat, meskipun efeknya terasa “manjur”.

“Efeknya bisa sangat fatal. Karena itu, masyarakat harus lebih kritis terhadap produk pangan yang beredar,” tegaz Taruna. (inx)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu