x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Gajah Mati Tanpa Kepala, Macan Tutul Masuk Rumah Warga

Editor :

WARTALENTERA - Dalam sepekan ini terjadi peristiwa yang bikin miris. Gajah mati ditemukan tanpa kepala di Kabupaten Pelalawan-Riau, dan seekor macan tutul masuk rumah warga di Kabupaten Bandung-Jawa Barat. Keduanya menandakan kekejaman manusia yang sudah merampas hidup habitat yang dilindungi.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menurunkan tim untuk memburu pelaku perburuan liar gajah yang mati ditembak dan dipotong sebagian kepalanya di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Direktur Reskrimsus Polda Riau Komisaris Besar Polisi Ade Kuncoro mengatakan pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi dalam upaya menangkap pelaku perburuan gajah yang ditemukan mati pada Selasa (3/2/2026). "Kita telah lakukan olah TKP di sana dan kita juga mencari saksi-saksi. Ada lima saksi yang kita periksa, termasuk hasil nekropsi dan labfor sudah diperiksa. Kita berharap perkara ini segera dapat kita ungkap dan pelakunya ditangkap," kata Ade di Pekanbaru, Sabtu (7/2/2026).

Dia menegaskan satu tim dari Subdit IV Ditreskrimsus telah diturunkan untuk bergabung dengan jajaran Kepolisian Resor Pelalawan dalam pengungkapan kasus tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan satwa dilindungi itu ditembak di bagian dahi. Proyektil peluru masih berada di dalam tengkorak, yang posisinya masih menyatu dengan leher.

Bagian depan kepala gajah, termasuk dahi, mata, hidung, serta gading, diketahui hilang.

Diduga kuat pelaku memotong bagian kepala menggunakan senjata tajam untuk mengambil gadingnya. Belalai juga ditemukan dalam kondisi terpisah. Dokter Hewan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau, drh Rini Deswita, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, gajah mati itu memiliki panjang badan sekitar 286 sentimeter dan diperkirakan berumur lebih dari 40 tahun.

Satwa itu diketahui merupakan bagian dari kantong gajah Tesso Tenggara. "Gajah tersebut telah mati lebih dari 10 hari sebelum ditemukan. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengumpulan data, bangkai gajah kemudian dikuburkan di lokasi," ujarnya.

Terpisah, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menindaklanjuti dugaan perburuan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang ditemukan mati di areal kerja PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) di Riau, dan tidak ada toleransi terhadap aksi tersebut.

"Kematian gajah ini merupakan peristiwa yang sangat serius. Hilangnya bagian kepala menunjukkan indikasi kuat adanya perburuan liar. Kami bersama Polda Riau akan mengusut kasus ini secara menyeluruh dan menindak tegas siapa pun yang terlibat," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Supartono.

Kejahatan terhadap gajah, katanya, adalah kejahatan terhadap negara dan masa depan keanekaragaman hayati Indonesia.

Sementara itu, sebelumnya, warga desa Maruyung juga dikejutkan dengan masuknya seekor macan tutul (Panthera pardus melas) ke dalam rumah warga di kawasan permukiman di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis pagi (5/2/2026) dan melukai dua warga setempat.

Kepala Desa Maruyung Apen Supendi di Bandung, mengatakan kemunculan macan tutul pertama kali dilaporkan warga pada pagi hari dan sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar.

“Kami menerima laporan dari warga terkait adanya macan tutul yang masuk ke wilayah perkampungan. Berdasarkan pantauan awal, ukuran satwa tersebut cukup besar, sekitar sebesar kambing dewasa,” katanya.

Dirinya menjelaskan peristiwa tersebut mengakibatkan dua warga mengalami luka akibat cakaran dan gigitan satwa liar yang dilindungi itu.

Pemerintah Desa Maruyung bersama aparat setempat langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Desa mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama di sekitar lokasi terakhir satwa tersebut terlihat. "Kami minta warga tidak mendekati lokasi dan tetap tenang agar tidak memicu sifat agresif satwa liar tersebut,” katanya.

Macan tutul akhirnya bisa dievakuasi dan diamankan tanpa disakiti oleh warga. Macan tutul kemudian dibawa ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. (vit)

Berita Terbaru
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.
Selasa, 08 Sep 2026 06:20 WIB

Bandara Beroperasi Kembali, Anak Sekolah Masih Pembelajaran Jarak Jauh

Hari ini Bandara Soekarno Hatta mulai beroperasi kembali, pembelajaran jarak jauh sekolah masih berlaku.
Minggu, 06 Sep 2026 09:09 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Hujan Abu Sampai Bogor, Bandara Soetta Ditutup

Hujan abu vulkanik sudah mencapai wilayah Bogor dan Bandara Soekarno Hatta ditutup.