x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Beragam Es Campur Nusantara Dari Aceh Hingga Papua

Editor :

WARTALENTERA - Indonesia memiliki ragam jenis es campur. Mulai dari Aceh hingga Papua. Es manis segar yang dilengkapi berbagai macam isian itu akan dikupas satu per-satu.

Beberapa es campur yang sering kita jumpai di pasar-pasar tradisional atau restoran mewah sekalipun seperti Es Pisang Ijo dari Sulawesi Selatan, Ce Hun Tiau dari Kalimantan Barat, dan Es Selendang Mayang dari DKI Jakarta.

Namanya saja es campur tentu isiannya merupakan campuran dari berbagai macam jenis makanan mulai dari dawet (tepung), cincau atau agar-agar, bubur, sampai buah-buahan.

Es campur tersebar di seluruh Indonesia dari Aceh, Sumtra, sampai Papua. Bahkan, di Kalimantan Barat ada es campur yang merupakan gabungan (akulturasi) budaya Tionghoa dan lokal. Berikut ringkasan macam-macam es campur dari berbagai daerah di Nusantara.

Sumatra :

  • Es Timun Serut (Aceh): Minuman segar berisi serutan timun, sirup, dan terkadang biji selasih.
  • Toge Panyabungan (Sumatera Utara): Campuran ketan, candil, lupis, dan santan yang khas.
  • Es Durian (Sumatera Barat): Es dengan bahan utama durian yang tebal.
  • Es Air Mata Pengantin (Riau): Es dengan agar-agar warna-warni yang menyerupai permata. 

Jawa

  • Es Selendang Mayang (DKI Jakarta): Es dengan kue hunkwe warna-warni (merah, putih, hijau) disiram santan dan gula merah.
  • Es Doger (Cirebon, Jawa Barat): Es serut dengan sirup merah, santan, tape, ketan hitam, dan cincau.
  • Es Oyen (Bandung, Jawa Barat): Hampir mirip es teler, namun isinya lebih bervariasi seperti alpukat, kelapa muda, dan pacar cina.
  • Es Campur Betawi (DKI Jakarta): Berisi kolang-kaling, cincau, dan sagu mutiara.
  • Es Dawet (Banjarnegara, Jawa Tengah): Es cendol khas dengan gula kelapa dan santan. 

Kalimantan

  • Es Nona (Pontianak, Kalimantan Barat): Es campur dengan isian pepaya muda, tape, dan buah-buahan yang disiram susu. 
  • Ce hun tiau adalah sajian es khas masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat. Sajian ini terdiri dari ketan hitam, kacang merah, cincau, bongko, santan, gula merah cair, dan ce hun tiau. Ce hun tiau merupakan sejenis cendol berwarna putih yang terbuat dari tepung dan berbentuk panjang.

Sulawesi

  • Es Pisang Ijo (Makassar, Sulawesi Selatan): Sajian es satu ini berasal dari Sulawesi Selatan, khususnya Makassar. Ciri khasnya adalah pisang yang dibalut adonan dari terpung terigu warna hijau yang disajikan dengan es, sirop, susu, dan bubur sumsum. Elemen utama dari es pisang ijo yang membedakan dengan es lainnya adalah pisang yang dibalut adonan hijau dan bubur sumsum.

    [caption id="attachment_18402" align="alignnone" width="281"] Es Pisang Ijo asal Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto : Vita Kartono/ Warta Lentera)[/caption]

    Papua

  • Es Sarang Semut (Papua): Minuman segar yang populer di Papua. (vit)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.