warta lentera great work
spot_img

OJK Proyeksi Sektor Perbankan Cerah di 2025

Berlanjutnya pemangkasan bunga The Fed dinilai mampu berefek domino untuk sektor perbankan RI.

WARTALENTERA – Pergantian tahun sebentar lagi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan proyeksi di industri perbankan. OJK melihat ada beberapa faktor positif yang bakal berdampak pada industri perbankan pada tahun depan.

Terlebih, kaitannya dengan suku bunga The Fed. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae mengatakan, ada potensi pemangkasan suku bunga The Fed yang masih berlanjut di 2025.

Hal itu, bisa menjadi penentu dalam industri perbankan. Menurutnya, penurunan suku bunga The Fed yang diikuti dengan penyesuaian BI Rate akan berdampak pada turunnya cost of fund bank.

Akibatnya, bisa berdampak positif pada profitabilitas bank dan lebih membuka ruang bagi bank untuk menurunkan suku bunga kredit dan mengakselerasi pertumbuhan kredit. “Potensi pemangkasan Fed Fund Rate yang masih akan berlanjut di tahun 2025 diperkirakan akan berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia,” ujar Dian, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (16/11/2024).

Menurutnya, hal tersebut juga dikonfirmasi oleh hasil Survey Bisnis Orientasi Perbankan OJK (SBPO). Dimana mayoritas bank responden berpendapat bahwa penurunan bunga The Fed dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi global termasuk Indonesia.

Hanya saja, ia mengingatkan bahwa hasil Pemilu AS dan dampaknya terhadap kondisi perekonomian global dan domestik tetap harus dipertimbangkan oleh perbankan dalam penyusunan target dan strategi bank. Lebih lanjut, ia menyebut, target perbankan untuk 2025 baru akan dilaporkan melalui Rencana Bisnis Bank Umum (RBB).

Hal tersebut biasanya akan disampaikan oleh bank selambatnya akhir November 2024. “Sehingga proyeksi kinerja perbankan berdasarkan RBB akan diketahui pada Desember 2024,” tuntasnya. (sic)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular