warta lentera great work
spot_img

Pemerintah Bakal Bangun 2.200 Rumah di Papua Pegunungan

Rumah yang layak adalah tidak hanya sehat dan nyaman untuk dihuni tetapi juga menjunjung nilai budaya setempat.

WARTALENTERA – Menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait akan membangun 2.200 rumah di Papua Pegunungan.

Dalam kunjungan kerjanya ke Wamena, Papua Pegunungan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau langsung lokasi rencana pembangunan rumah di Sinakma Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, belum lama ini.

Sebelumnya kedua menteri meninjau lokasi rencana pembangunan Kawasan Inti Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan di Distrik Gunung Susu. Di lokasi itu akan dibangun Pusat Pemerintahan seperti Kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan dan Kantor DPR Provinsi Papua Pegunungan.

Terkait perumahan, Menteri Ara menyampaikan sekitar sepuluh hari lalu Presiden Prabowo menginstruksikan untuk membangun 2.200 rumah di Papua Pegunungan. Menteri Ara melihat langsung kondisi rumah Honai (rumah tradisional Papua) dan membantu seorang anak salah satu warga yang sedang sakit. Untuk itu dia menyampaikan pentingnya agar bagaimana bisa membangun rumah yang sehat yang juga menjunjung nilai budaya.

“Bapak Presiden menelepon saya, beliau mengatakan sedang bersama Gubernur Provinsi Papua Pegunungan dan memerintahkan saya untuk membangun 2.000 rumah untuk rakyat Papua Pegunungan dan juga 200 rumah untuk Kepala Suku,” kata Menteri Ara.

Dikatakan Menteri Ara, bahwa itu merupakan wujud cinta Presiden Prabowo kepada rakyat di Papua Pegunungan, dengan mengeluarkan perintah langsung kepadanya sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Saya dengar dari Pak Mendagri dan Pak Gubernur belum ada pembangunan rumah sebesar ini di Papua Pegunungan sebanyak 2.200 rumah. Ini wujud kecintaan Presiden Prabowo terhadap tanah Papua,” kata Menteri Ara.

Sebagai bentuk rasa syukur, Menteri Ara bersama Mendagri menerima jamuan bakar batu dari Gubernur Papua Pegunungan John Tabo serta Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol dan para bupati di Provinsi Papua Pegunungan.

Tradisi bakar batu umumnya dilakukan oleh suku Dani yang berada di pedalaman atau pegunungan Papua. Disebut “bakar batu” karena masyarakat Papua memasak menggunakan batu yang terlebih dahulu dibakar. Bakar batu merupakan sebuah tradisi budaya nenek moyang masyarakat Papua dan diwariskan hingga kini. (vit)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular