WARTALENTERA – Kejuaraan Jatim Open Piala Kemenpora 2026 beberapa waktu lalu diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit muda atlet karate Indonesia.
Kompetisi yang digelar tahunan di GOR Ken Arok, Kota Malang itu diikuti 1.414 atlet dengan total 1.874 pertandingan dari nomor perorangan maupun beregu. Kejuaraan menarik perhatian sampai ke Malaysia karena ditandai dengan keikutsertaan atletnya.
Ketua Pelaksana, Muhammad Kamarudin, mengatakan kejuaraan itu rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah pembinaan dan penjaringan atlet potensial, khususnya dari Kabupaten dan Kota Malang.
“Tujuan utama kami adalah mencari dan menjaring bibit-bibit atlet karate. Harapannya mereka bisa berkembang dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” katanya. Kamarudin menjelaskan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kini menerapkan sistem kurasi atau personasi atlet ke tingkat nasional.
Data para atlet peserta nantinya akan masuk ke pusat data nasional sebagai bagian dari pemetaan potensi olahraga. Dari sisi keselamatan, seluruh peserta mendapatkan perlindungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sejak berangkat dari rumah, selama kejuaraan berlangsung, hingga kembali ke rumah masing-masing.
Kejuaraan itu diikuti atlet dari berbagai daerah, di antaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, serta satu tim dari Malaysia. Tim Malaysia membawa 12 atlet dan mengikuti 25 kelas pertandingan. Total terdapat 1.874 pertandingan dari kategori perorangan dan beregu.
Menurut Kamarudin, kehadiran atlet mancanegara menjadi motivasi tersendiri bagi peserta untuk mengukur kemampuan dan meningkatkan semangat bertanding.
Dia berpesan agar para atlet menjunjung tinggi sportivitas, bertanding dengan semangat, serta menjaga kondisi agar terhindar dari cedera.
Sementara itu, Perwakilan MLP FORKI, Dr. Ardi Ganggas, menyampaikan pihaknya hadir untuk memantau jalannya kejuaraan agar sesuai regulasi yang berlaku. Dia menilai panitia telah mempersiapkan pelaksanaan dengan baik, termasuk aspek perlindungan atlet melalui koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Selain itu, seluruh kelas pertandingan terakomodir, mulai dari kadet hingga veteran. “Ini sangat bagus karena tidak hanya fokus pada prestasi, tetapi juga memberi ruang bagi para veteran untuk kembali bertanding,” katanya.
Ardi juga menekankan pentingnya profesionalisme wasit dalam memimpin pertandingan. Kejuaraan tahun ini menggunakan peraturan edisi 2026 yang untuk pertama kalinya diterapkan. Pihaknya berharap ajang itu mampu melahirkan atlet-atlet terbaik yang siap bersaing di tingkat lebih tinggi serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Masih dari ajang Kejuaraan Jatim Open Piala Kemenpora 2026 di Kota Malang, SMAN Taruna Nala, Jawa Timur juga mengirimkan 22 siswanya baik yang duduk di kelas 10,11, dan 12. Mereka mengikuti dua kategori yakni kelas prestasi dan festival. Mereka juga dinobatkan menjadi peserta dengan pengiriman atlet terbanyak. (vit)


