warta lentera great work
spot_img

Rumah Dinas Terbakar, Anggota BPK Haerul Saleh Tewas

Api diduga berasal dari sisa tiner renovasi rumah.

WARTALENTERA-Rumah dinas terbakar, anggota BPK Haerul Saleh jadi korban. Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Haerul Saleh meninggal dunia, dalam kebakaran di rumah dinas, Jumat (8/5/2026). Kabar meninggalnya Haerul Saleh tersebut disampaikan Kementerian Pertanian.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan Arief Cahyono mengatakan, Haerul menjadi korban dari kebakaran yang terjadi di rumahnya. Ia mengatakan, jenazah langsung dibawa ke rumah sakit untuk penanganan.

“Anggota IV BPK Pak Haerul Saleh meninggal. Tadi rumahnya kebakaran, beliau menjadi korban. Mentan (Andi Amran Sulaiman) mendapatkan kabar dan langsung ke rumah sakit,” ujar Arief kepada awak media, Jumat (8/5/2026).

 

Terpisah, Kasudin Gulkarmat Jaksel Asril Rizal mengonfirmasi, telah terjadi kebakaran di salah satu rumah di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Dugaan penyebab kebakaran tersebut berasal dari tiner sisa renovasi.

 

“Kronologi berdasarkan informasi dari rukun tetangga setempat melihat asap hitam mengepul dari lantai 3 rumah yang terbakar. Diduga api berasal dari sisa-sisa tiner bekas renovasi rumah. Korban meninggal dunia atas nama Haerul Saleh sudah diatasi oleh petugas dan dibawa menggunakan ambulance ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut,” paparnya.

 

Kronologi Kejadian

 

Sebelumnya, insiden kebakaran terjadi di kediaman Haerul Saleh di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jaksel pada Jumat pagi. Haerul jadi salah satu korban tewas dalam insiden tersebut.

 

Haerul, pria berusia 44 tahun, merupakan anggota BPK dan mantan anggota DPR RI. Ia tercatat sebagai kader Partai Gerindra dan pernah menjabat sebagai anggota parlemen di Senayan untuk dua periode, yakni 2014-2019 dan 2019-2022.

 

Pada 2022 lalu, Haerul terpilih sebagai anggota BPK setelah ditunjuk Komisi XI DPR. Kala itu, Haerul jadi unsur DPR yang terpilih sebagai anggota BPK bersama Isma Yatun, kader PDI Perjuangan yang kini menjabat Ketua BPK.

 

Sementara itu, ketika kebakaran melanda kediamannya di Jaksel, Haerul dilaporkan sedang berada di rumah. Ia kemudian ditemukan dalam keadaan meninggal dunia saat petugas pemadam kebakaran melakukan penanganan atas insiden itu.

 

Seturut Kepala Sudin Gulkarmat Jaksel Asril Rizal, kronologi kebakaran rumah 4 lantai milik Haerul Saleh itu terjadi pada Jumat pagi. Api dilaporkan mulai melahap kediaman Haerul pada pukul 07.53 WIB.

 

Asril Rizal menyatakan bahwa petugas pemadam kebakaran mendapatkan laporan insiden tersebut dari Ketua RT setempat. Saat dilaporkan, kepulan asap sudah memenuhi lantai 3 rumah tersebut.

 

Unit pemadam kebakaran kemudian diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut. Ada empat unit pemadam kebakaran yang diterjunkan dalam penanganan insiden itu.

 

“Kami mengerahkan empat unit pemadam kebakaran dan 16 personel untuk penanganan peristiwa,” imbuh Asril. Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran terjadi di lantai atas rumah tersebut.

 

Para penghuni rumah dilaporkan menyadari kebakaran ketika api sudah besar dengan asap yang mengepul. Mengetahui adanya kebakaran, para penghuni rumah kemudian melakukan evakuasi mandiri selagi petugas pemadam kebakaran dipanggil.

 

Saat itu terjadi, Haerul masih berada di rumah tersebut. Sejumlah penghuni rumah yang selamat kemudian berusaha untuk mengevakuasi Haerul.

 

Pejabat DPP Partai Gerindra itu rupanya berada di ruang kerjanya di lantai 4. Akan tetapi, saat Haerul hendak dievakuasi oleh penghuni rumah yang selamat, api dan asap sudah terlanjur besar.

 

Haerul dilaporkan sudah tak sadarkan diri saat pertama kali dievakuasi. Tak lama kemudian, unit pemadam kebakaran tiba di lokasi dan segera memadamkan api. Proses lokalisasi api dilaporkan selesai pada pukul 08.46 WIB.

 

Haerul yang dievakuasi dalam keadaan tak sadarkan diri, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pasar Minggu. Namun, nyawanya sudah tidak bisa ditolong, ia dinyatakan tewas.

 

Pada Jumat pagi tersebut, Haerul disebut berada di ruang kerjanya di lantai 4 bersama seorang rekan. Namun, belum ada informasi apakah rekan tersebut berhasil selamat.

 

Sementara itu, rumah itu selama ini didiami Haerul tanpa keluarganya. Istri dan anak Haerul disebut tinggal di rumah dinas di Pondok Indah.

 

Rumah yang terbakar pada Jumat itu juga disebut sedang dalam proses renovasi. Saat kebakaran terjadi, alat-alat renovasi rumah masih disimpan di rumah.

 

Asril Rizal menyatakan bahwa alat-alat renovasi tersebut diduga menjadi faktor pemicu api bisa dengan cepat menyebar. Ia menyebut bahwa sisa-sisa tiner renovasi rumah kini jadi dugaan sementara penyebab kebakaran terjadi.

 

Meski begitu, belum jelas bagaimana sisa-sisa tiner renovasi rumah tersebut dapat terbakar. Pihak kepolisian kini tengah menggelar olah tempat kejadian perkara untuk menyelidikinya lebih lanjut. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular