WARTALENTERA – Proses ujian di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 81 Pekanbaru, Provinsi Riau, terganggu akibat tumpukan sampah yang menggunung di Jalan Gabus, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai.
Pantauan di lapangan menunjukkan sampah membentang sepanjang 30 meter di bahu jalan dan mulai memakan sebagian badan jalan. Bau busuk menyengat dari tumpukan sampah yang tidak diangkut selama lebih dari sepekan menyebar hingga ke dalam ruang kelas, mengganggu konsentrasi para siswa yang sedang menjalani ujian.
“Jarak tumpukan sampah hanya sekitar empat meter dari pagar sekolah. Bau busuknya sangat mengganggu proses belajar, apalagi saat ini siswa sedang ujian. Kami
terpaksa meminta siswa memakai masker di dalam kelas,” kata Nopielfariandi, tenaga tata usaha SDN 81 Pekanbaru, Jumat (13/6/2025).
Pihak sekolah mengaku telah menegur warga yang masih membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut. Bahkan sejumlah guru turut berjaga di sekitar titik pembuangan guna mencegah aktivitas serupa terulang kembali.
Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi proses belajar mengajar, tetapi juga dinilai membahayakan kesehatan siswa dan tenaga pendidik. “Tentu sampah ini mengganggu proses belajar anak kami. Ini kan termasuk polusi udara,” ujar Safnidah, salah satu wali murid, yang mengatakan anaknya telah menggunakan masker selama sepekan terakhir di sekolah.
Pihak sekolah mendesak pemerintah kota segera turun tangan untuk menangani masalah ini. Mereka menekankan pentingnya pengangkutan sampah secara menyeluruh, agar kenyamanan dan kesehatan lingkungan belajar dapat dipulihkan. Terlebih, suasana yang kondusif sangat dibutuhkan selama pelaksanaan ujian.
Sebagai informasi, pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru mengalami gangguan akibat pemutusan kontrak dengan kontraktor pengelola oleh pemerintah kota. Saat ini, pengangkutan dilakukan oleh pemerintah bersama lembaga pengelola sampah di tingkat kelurahan, namun pelaksanaannya masih belum optimal. (kom)


