WARTALENTERA-Saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) melompat 5,26 persen pada perdagangan Rabu (14/5/2025) usai mengguyur dividen jumbo Rp3,9 triliun. Saham BNGA ditransaksikan menguat ke harga Rp1.800 dengan volume perdagangan mencapai 37,04 juta saham.
Nilai transaksinya menyentuh Rp66,05 miliar dengan frekuensi 9.225 kali. Sebelum membagikan dividen, saham BNGA terpantau merah selama dua hari beruntun pada 8-9 Mei 2025.
Masing-masing turun 0,87 persen dan 0,29 persen. Dalam sepekan, saham bank tersebut membukukan kenaikan 4,05 persen dan tumbuh 0,84 persen dalam sebulan.
Adapun CIMB Niaga membagikan dividen setara Rp155,37 per saham. Di mana yield dividennya sekitar 8,63 persen dengan asumsi harga saham terbaru di Rp1.800.
Nilai dividen tersebut 60 persen dari laba bersih BNGA pada 2024 yang mencapai Rp6,5 triliun. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp2,92 triliun dengan total ekuitas Rp53,20 triliun.
Untuk diketahui, nominal dividen yang dibayarkan CIMB Niaga tahun ini naik 26,9 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp3,08 triliun, atau Rp122,67 per saham.
Sebelumnya, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan laba secara konsolidasian sebesar Rp2,2 triliun pada kuartal I/2025, naik 3,2 persen secara tahunan (year-on-year /yoy). Pertumbuhan laba tersebut dikontribusikan dari pendapatan bunga bersih sebesar Rp6,23 triliun, tumbuh 6,65 persen dibanding periode serupa tahun sebelumnya sebesar Rp5,84 triliun.
Di lain sisi, beban bunga BNGA tercatat Rp 2,91 triliun, naik 13,8 persen dari Rp2,59 triliun pada periode yang sama tahun 2023. Dengan begitu, pendapatan bunga bersih perseroan Rp3,31 triliun hingga akhir Maret 2025.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit CIMB Niaga tumbuh 8,7 persen yoy menjadi Rp230,1 triliun. Realisasi kredit didorong oleh kinerja yang baik dari tiga segmen utama, yakni perbankan korporasi mencapai pertumbuhan 13,7 persen yoy
Kemudian, kredit Usaha Kecil Menengah (UKM) sebesar 7,6 persen yoy dan perbankan konsumer 5,5 persen yoy. Kenaikan di kredit/pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat sebesar 27,9 persen yoy.
Di sisi lain, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 1,85 persen dari 2,17 persen pada periode yang sama tahun lalu. Adapun NPL net tercatat 1,88 persen, membaik dari sebelumnya 2,17 persen.
Hal ini turut mendongkrak total aset konsolidasian menjadi Rp371,0 triliun per 31 Maret 2025. Adapun, Total Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp254,2 triliun atau naik 2,5 persen yoy, dengan rasio current account and savings account (CASA) yang baik sebesar 67,4 persen.
CASA meningkat sebesar 7,0 persen yoy, yang didorong oleh hubungan dengan nasabah yang lebih erat sekaligus peningkatan layanan digital. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kinerja positif di awal tahun 2025 tak terlepas dari konsistensi dalam menjalankan strategi prioritas.
“Kami terus memperkuat fondasi bisnis melalui pertumbuhan dengan prinsip kehati-hatian dan investasi strategis untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang,” tuntasnya. (sic)


