warta lentera great work
spot_img

Cina Kirim Kapal Perang hingga Pembatalan Ribuan Tiket Pesawat

Lebih dari 1.900 jadwal penerbangan dari Cina ke Jepang telah dibatalkan sepanjang Desember 2025.

WARTALENTERA – Ketegangan antara Pemerintah Cina dan Jepang semakin memanas. Itu terlihat dari beberapa kebijakan yang digunakan kedua belah pihak. Mulai industri pariwisata, militer, dan teknologi sains.

Baru-baru ini maskapai-maskapai besar Cina memperpanjang penawaran pengembalian dana penuh untuk penerbangan ke Jepang selama tiga bulan lagi atau sampai Maret 2026. Perpanjangan itu dilakukan setelah ketegangan diplomatik antara Beijing dan Tokyo belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Dilansir South China Morning Post, Kamis (5/12/2025), Air China, China Eastern Airlines, dan China Southern Airlines merilis pernyataan yang mengizinkan pengembalian dana tiket gratis atau perubahan rencana perjalanan untuk penerbangan yang dipesan hingga 28 Maret tahun depan.

Sejumlah maskapai penerbangan lain, termasuk Hainan Airlines, Shandong Airlines, Spring Airlines, dan Xiamen Airlines juga mengeluarkan pernyataan yang sama.

Disebutkan, lebih dari 1.900 jadwal penerbangan dari Cina ke Jepang telah dibatalkan sepanjang bulan ini, menurut laporan stasiun televisi pemerintah Cina, CCTV. Angka itu sama dengan lebih dari 40 persen penerbangan dari Cina daratan ke Jepang. 

Pembatalan itu merupakan efek dari penawaran pengembalian dana tiket gratis atau perubahan rencana perjalanan untuk penerbangan ke Jepang yang dipesan hingga 31 Desember pada bulan lalu. Penawaran itu dikeluarkan beberapa jam setelah peringatan perjalanan Beijing pada 14 November. Pemerintah Cina meminta warga negaranya menghindari mengunjungi negara itu karena masalah keselamatan.

Cina merupakan penyumbang wisatawan asing terbanyak di Jepang. Dari Asia News menyebutkan statistik badan pariwisata Jepang menunjukkan bahwa jumlah pengunjung masuk dari Cina telah meningkat setiap tahunnya sejak 2021 hingga mencapai 6,9 juta pada 2024.

Ketegangan antara Beijing dan Tokyo meningkat bulan lalu setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa Jepang dapat mengerahkan pasukan militer jika terjadi konflik di Selat Taiwan. Komentar Takaichi menjadikannya pemimpin Jepang pertama yang secara terbuka mengaitkan kontingensi Taiwan dengan kemungkinan pengerahan Pasukan Bela Diri Jepang, sejak Perang Dunia II. Dia menolak untuk mencabut komentar tersebut meskipun Beijing berulang kali memprotes.

Sejak tawaran pengembalian dana gratis diberikan, ratusan ribu wisatawan Cina telah membatalkan rencana perjalanan ke Jepang. Pekan lalu, laporan media Cina mengindikasikan bahwa beberapa maskapai domestik membatalkan penerbangan di 12 rute mereka ke Jepang, termasuk destinasi wisata populer Kyoto dan Osaka.

Cina Kirim 100 Kapal Perang Angkatan Laut ke Perairan Timur

Ketegangan tak berhenti sampai disini, Sabtu (6/12/2025), Cina mengirimkan 100 kapal Angkatan Laut dan penjaga pantai untuk mengawal dan beroperasi di wilayah yang membentang dari bagian selatan Laut Kuning hingga perairan sengketa di Laut Tiongkok Selatan.

Kementerian Luar Negeri Cina menyatakan bahwa pengerahan kapal-kapal militernya di perairan Asia Timur merupakan tindakan yang sah dan dilakukan dalam kerangka kebijakan pertahanan yang bersifat defensif. “Cina berkomitmen pada kebijakan pertahanan nasional yang defensif,” kata juru bicara Kemlu Cina, Lin Jian, Jumat (5/12/2025).

Dilansir dari berbagai sumber, Lin juga menyinggung hasil pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu di Moskow pada 2 Desember. Dia mengatakan Cina dan Rusia berkomitmen bekerja sama mencegah tindakan provokatif kelompok sayap kanan Jepang yang dinilai mengganggu stabilitas kawasan serta berpotensi menghidupkan kembali praktik militerisme.

“Cina dan Rusia sepakat tegas menolak upaya kebangkitan kembali fasisme dan militerisme Jepang,” tegasnya.

Menurut Lin, kedua negara juga menjunjung tanggung jawab bersama sebagai negara besar dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia, sekaligus membela kebenaran sejarah serta keadilan internasional. (vit)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular