WARTALENTERA – Gubernur Banten Andra Soni secara resmi merekomendasikan lima nama pejabat eselon II sebagai calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten. Nama-nama tersebut dianggap telah memenuhi kriteria administratif seperti pangkat, golongan, dan usia.
“Sebelumnya ada enam nama yang diusulkan, tetapi karena syarat usia, satu calon tidak saya rekomendasi,” ujar Gubernur Andra saat ditemui usai upacara penerimaan peserta Latsitarda Nusantara di Pelabuhan Indah Kiat, Merak.
Meski belum mengungkap secara resmi daftar lengkap nama-nama tersebut, Andra meminta awak media untuk mengkonfirmasi lebih lanjut kepada Plh Sekda Banten, Deden Apriandhi Hartawan, yang juga termasuk salah satu kandidat. “Untuk semuanya silakan nanti tanyakan ke Plh Sekda Banten, termasuk tahapan-tahapan seleksi calon sekda,” tambahnya.
Sampai artikel ini dirilis, Deden Apriandhi belum dapat dimintai keterangan. Upaya konfirmasi melalui telepon belum membuahkan hasil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lingkungan internal Pemerintah Provinsi Banten, kelima nama yang direkomendasikan Gubernur Andra Soni sebagai calon Sekda Banten adalah:
- Wawan Gunawan – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten
- Komarudin – Asisten Daerah I
- Deden Apriandhi Hartawan – Sekretaris DPRD Banten (Sekwan)
- Rina Dewiyanti – Kepala BPKAD
- Virgojanti – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
Seorang sumber menyebutkan bahwa Wawan Gunawan dinilai mampu menegakkan kedisiplinan birokrasi. Komarudin disebut-sebut unggul dalam hal koordinasi, termasuk dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota. Ia juga dikabarkan meraih nilai tertinggi dalam asesmen pejabat eselon II yang digelar di Bandung awal 2025. “Pak Komarudin ini pada asesmen pejabat eselon II memiliki poin tertinggi atau top skor,” ungkap sumber tersebut.
Sementara itu, Virgojanti atau yang akrab disapa Yanti, dinilai memiliki keunggulan pengalaman karena pernah menjabat sebagai Penjabat maupun Plh Sekda. “Yanti sosoknya dianggap cekatan,” tambah sumber. Proses seleksi Sekda ini menjadi perhatian publik mengingat posisi Sekda strategis dalam menjalankan roda pemerintahan provinsi. (kom)


