WARTALENTERA – Peringatan Hari Pelaut Sedunia yang jatuh pada 25 Juni 2025 tahun ini mengangkat isu kesejahteraan dan perlindungan pelaut.
Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Samsuddin tahun ini, tema global yang diangkat adalah “My Harassment-Free Ship”, sebagai ajakan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas pelecehan di atas kapal.
Dia menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan pelaut melalui penyempurnaan regulasi. Sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan pelaut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut saat ini juga sedang melakukan revisi terhadap Peraturan Pemerintah (PP) di bidang Kepelautan.
“Kami berharap, melalui revisi ini, akan tercipta kerangka regulasi nasional yang lebih responsif, adil, dan berperspektif perlindungan terhadap pelaut, sesuai amanat The Maritime Labour Convention (MLC) 2006,” jelas Samsuddin di Jakarta, Kamis (19/6/2025).
Dia berharap partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk dari kalangan media, untuk turut mengawal proses ini secara kritis namun konstruktif.
Peringatan Hari Pelaut Sedunia tahun ini akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti seminar, talkshow, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, penyerahan asuransi kepada ahli waris pelaut, pemberian nama Klinik Sentra Maritim Medika yang dikelola oleh Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP) serta kegiatan simbolis seperti pembunyian suling kapal secara serentak pukul 10.00 WIB.
Melalui kombinasi kebijakan strategis dan kegiatan peringatan Hari Pelaut, Kementerian Perhubungan menegaskan komitmennya dalam meningkatkan aksesibilitas transportasi laut sekaligus memperjuangkan hak dan perlindungan bagi para pelaut Indonesia. (vit)


