x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

CKG Kuak Fakta, Berikut Empat Penyakit yang Banyak Diderita Warga RI

Editor :

.WARTALENTERA-Program CKG (Cek Kesehatan Gratis) kuak fakta terbaru empat penyakit yang banyak diderita warga. Kemenkes (Kementerian Kesehatan) mencatat lebih dari 8,2 juta orang Indonesia sudah mengakses program CKG di Puskesmas.

Dari data yang terhimpun, ada empat besar penyakit yang paling banyak ditemukan pada orang Indonesia. Menkes (Menteri Kesehatan) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, masalah gigi menjadi masalah kesehatan paling banyak ditemukan selama program CKG berlangsung sejak Februari 2025.

"Ada empat masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan selama program ini berlangsung, masalah gigi jadi yang tertinggi," ungkap Menkes Budi dalam konferensi pers, dikutip Jumat (13/6/2025).

Menurutnya, masalah gigi seringkali dianggap remeh oleh masyarakat. "Saya sendiri baru sadar setelah diperiksa, ada beberapa gigi saya yang berlubang dan sudah harus ditangani," akunya.

Masalah gigi memang seringkali luput dari perhatian, padahal dampaknya bisa mengganggu kesehatan secara keseluruhan jika tidak ditangani dengan baik. Selain masalah gigi, berikut empat penyakit paling banyak diderita orang Indonesia:

1. Masalah Gigi

Masalah kesehatan gigi menjadi temuan terbanyak, menunjukkan perlunya perhatian lebih serius dari masyarakat terhadap perawatan dan kebersihan gigi serta mulut.

2. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Hipertensi menjadi penyakit kedua yang paling banyak ditemukan. Kondisi ini merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke.

3. Diabetes

Diabetes menjadi masalah kesehatan ketiga yang perlu diwaspadai. Gula darah yang tidak terkontrol dapat memperparah risiko penyakit jantung dan komplikasi lainnya.

4. Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan merupakan masalah kesehatan keempat yang banyak ditemui. Kondisi ini seringkali berhubungan dengan gaya hidup tidak sehat dan menjadi faktor risiko berbagai penyakit kronis.

Ia menegaskan, bahwa hipertensi, diabetes, dan obesitas merupakan faktor risiko utama penyebab dua penyakit mematikan di Indonesia, yaitu penyakit jantung dan stroke. Lebih dari setengah juta orang meninggal setiap tahun akibat kedua penyakit tersebut.

"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan program cek kesehatan gratis ini agar penyakit-penyakit tersebut bisa terdeteksi dini," paparnya.

Sebab, lanjutnya, lewat deteksi dini, masyarakat diharapkan bisa melakukan perbaikan gaya hidup dan pengobatan yang tepat, sehingga bisa terhindar dari penyakit serius. Di kesempatan itu, Menkes menekankan bahwa peserta yang ditemukan masalah kesehatan dapat melanjutkan pengobatan melalui layanan kesehatan lanjutan dengan menggunakan skema BPJS, selama status kepesertaan aktif.

Menkes mengajak masyarakat untuk tidak menunggu sakit untuk mencari pengobatan. Lebih baik menjaga kesehatan dengan pola makan seimbang, tidur cukup, olahraga teratur, dan rutin melakukan skrining kesehatan. (sic)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.