x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Anggaran Mampet, Penyaluran Beras Murah Mandek

Editor :

WARTALENTERA - Penyaluran beras murah yang belum bisa terealisasi. Hal ini terkendala Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang belum cair dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Sejatinya, penyaluran beras murah atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan dilaksanakan pada Juni dan Juli 2025. Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog ditugaskan untuk melakukan penyaluran ini.

“Kami perlu menunggu persetujuan ABT dari Kemenkeu. Penyaluran beras SPHP ini untuk menekan harga beras yang tinggi di sejumlah daerah, yang saat ini naik sekitar 5-10 persen,” kata Ke­pala Bapanas Arief Prasetyo Adi dalam keterangannya, Senin (23/6/2025).

Arief menyebut, penyaluran beras murah sudah dilakukan sejak Januari sampai 2025 atau Idul Fitri 1446 Hijriah. Jumlah yang berhasil disalurkan sebanyak 181 ribu ton. Sedangkan target sepanjang 2025 mencapai 1,5 juta ton.

Penyaluran dihentikan sementara saat panen raya pada April lalu. Hal itu tersebut agar harga beras petani tidak anjlok saat panen. Di saat yang sama, dilakukan pengisian stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang kini mencapai 4,15 juta ton.

Untuk ke depannya, Arief menilai, perlu ada perencanaan anggar­an yang matang bersama Komisi IV DPR, agar program beras SPHP dan bantuan sosial tidak tergantung pada pencairan ABT.

“Nanti kami akan buat rencana, agar semua program se­perti SPHP, bantuan pangan, dan bantuan pangan luar negeri tidak perlu menunggu ABT dari Kemenkeu, agar sudah ada anggarannya di awal,” jelasnya.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa, menambahkan, sisa target penyaluran beras SPHP sebesar 1,3 juta ton. Nantinya, penyaluran akan dilakukan melalui jaringan Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih, yang jumlahnya mencapai 80.000 unit.

Dengan skema ini, distribusi beras murah diharapkan lebih tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

“Lewat Kopdes/Kel, distribusi beras bisa langsung ke masyarakat. Kalau lewat pasar, rawan dioplos dan dijual mahal,” ujarnya.

Kopdes Merah Putih juga akan berperan sebagai penggerak ekonomi desa, dengan menyediakan gerai makanan, klinik, apotek, gudang di­ngin, gas elpiji 3 kilogram (kg), hingga beras SPHP.

“Dengan adanya Kopdes/Kel, masyarakat tidak akan kesulitan mencari kebutuhan pokok de­ngan harga terjangkau,” tandas Gusti. (inx)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.