x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Polres Bekasi Curigai Ada Korban Lain dalam Kasus Badut Predator Anak

WARTALENTERA – Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi menduga masih ada korban lain dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh badut predator anak berinisial SA (32). Kasus ini terjadi di Desa Karangrahayu, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi. "Jadi masih memungkinkan ada beberapa korban lain. Mungkin, tapi kita masih menduga," ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Mustofa di Cikarang, Jumat (27/6/2025).

Korban Kedua Muncul Setelah Pelaku Ditangkap

Penyelidikan kasus ini bermula dari laporan korban pertama berinisial DA. Sementara korban kedua, RM, baru melapor setelah mengetahui bahwa pelaku telah diamankan pihak kepolisian.

Menurut Kapolres Mustofa, hal ini menunjukkan kemungkinan adanya korban lain yang masih belum berani berbicara, namun bisa muncul setelah mengetahui tersangka telah ditahan. "Mungkin setelah kita rilis, anak-anak yang menjadi korban berani menceritakan kepada orangtua. Kami tunggu kehadirannya di Polres Metro Bekasi maupun Polsek Cikarang Utara," tambahnya.

Imbauan dan Pendampingan untuk Korban

Kapolres mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar rumah pelaku, untuk segera melapor jika mengetahui adanya anak di bawah umur yang menjadi korban. Ia menegaskan bahwa identitas korban akan dirahasiakan demi keamanan dan kenyamanan para korban. "Kami melakukan pendampingan psikologis bersama Dinas Sosial dan DP3A, khususnya untuk perlindungan anak," kata Mustofa.

Polisi juga tengah mendalami keterangan dari korban kedua dengan didukung hasil visum et repertum. Pendampingan intensif juga diberikan agar korban bisa mendapatkan bantuan secara hukum maupun psikologis.

Dukungan dari DP3A Bekasi

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak pada DP3A Kabupaten Bekasi, Fahrul Fauzi, mengajak warga, terutama para orangtua, untuk tidak takut melaporkan kasus serupa. "Laporkan segera ke kepolisian, kami juga akan mengawal proses hukum, termasuk pendampingan penuh bagi korban, baik dari aspek hukum maupun psikologis anak," tegasnya.

Kasus ini masih terus dikembangkan oleh pihak kepolisian, yang membuka kemungkinan bertambahnya jumlah korban seiring berjalannya waktu dan proses pendalaman. (kom)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu