WARTALENTERA – Industri otomotif khususnya kendaraan listrik masih berpeluang besar di 2025. Sebagai perusahaan manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) ancang-ancang mengincar peluang industri electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik untuk tahun depan.
Tak mau “ketinggalan kereta” dengan manufaktur otomotif dalam negeri lain, DRMA tengah mengembangkan Dharma Connect, yaitu ekosistem kolaboratif yang mendorong pengembangan kendaraan listrik. Ekosistem ini terbagi ke dalam lima segmen, yaitu DC Battery (battery pack & energy storage system), DC Power (slow & fast charging station), DC Motor (BLDC Hub & Mid Drive Motor), DC Solar, dan DC Cross (2W & 4W EV Conversion).
Ia juga menambahkan, penggunaan sepeda motor listrik di Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Kementerian Perindustrian mencatat sebanyak 172 ribu unit kendaraan motor listrik telah melintasi jalanan di Indonesia pada 2024, atau naik 48 persen year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 116 ribu unit.
Dalam hal efisiensi, ia menjelaskan anak perusahaan yaitu PT Dharma Controlcable Indonesia (DCI) telah meningkatkan lini produksi battery pack menjadi sepenuhnya otomatis. Melalui investasi yang berfokus pada produksi battery pack untuk sepeda motor listrik (2W EV) dan sistem penyimpanan energi baterai tersebut.
Ia berharap, perseroan bisa menggenjot pendapatan dari produksi battery pack seiring dengan semakin kencangnya derap pertumbuhan industri kendaraan listrik di Tanah Air. (sic)


