warta lentera great work
spot_img

Refleksi 80 Tahun Pancasila: Kokohkan Ideologi Bangsa Menuju Indonesia Raya

WARTALENTERA – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila, momen bersejarah yang menandai lahirnya dasar negara. Peringatan ini menjadi kesempatan penting bagi seluruh rakyat Indonesia untuk merefleksikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta memperkuat rasa persatuan dan kesatuan.

Penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila merujuk pada pidato Ir. Soekarno pada sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) di Gedung Chuo Sangi In (kini Gedung Pancasila), Jakarta, pada 1 Juni 1945. Dalam pidatonya, Soekarno untuk pertama kalinya memperkenalkan lima prinsip dasar negara yang dinamainya “Pancasila” — dari kata “panca” yang berarti lima dan “sila” yang berarti prinsip atau asas.

Lima dasar negara tersebut adalah: Kebangsaan, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Demokrasi, Keadilan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sebelum pidato Soekarno, BPUPKI sudah menggelar sidang sejak 29 Mei 1945 untuk membahas dasar negara. Beberapa tokoh seperti Mohammad Yamin dan Soepomo turut menyampaikan pemikiran mereka, yang kemudian menjadi bagian dari rumusan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.

Untuk menyempurnakan konsep dasar negara tersebut, dibentuklah Panitia Sembilan yang beranggotakan Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr. AA Maramis, dan Achmad Soebardjo.

Setelah melalui sejumlah sidang dan diskusi intensif, Pancasila resmi disahkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Meski baru diresmikan saat itu, tanggal 1 Juni tetap menjadi tonggak penting dan ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.

Tema Hari Lahir Pancasila 2025

Tahun ini, Hari Lahir Pancasila memasuki usia ke-80 tahun. Pemerintah mengangkat tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya” sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Kepala BPIP Nomor 5 Tahun 2025. Tema ini menggambarkan semangat memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Makna dari tema tersebut selaras dengan filosofi lambang negara, Garuda Pancasila, yang mencerminkan kekuatan, kemandirian, dan kedaulatan bangsa Indonesia untuk terus berdiri kokoh dalam arus perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Logo Resmi Hari Lahir Pancasila 2025

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pemerintah juga meluncurkan logo resmi bertema “Garuda Niskala Hema”. Logo ini menampilkan sosok garuda emas yang menggambarkan kekuatan suci dan bernilai tinggi. Garuda tersebut mencengkeram lima pilar yang merepresentasikan kelima sila sebagai penopang utama negara.

Di latar belakang, terdapat segitiga emas menghadap ke atas yang melambangkan visi dan semangat kemajuan. Sementara buku terbuka di bagian bawah mencerminkan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai pondasi berpikir dan pembangunan.

Secara etimologis, kata Niskala berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti tidak kasat mata, menggambarkan kekuatan spiritual ideologi bangsa. Sementara Hema bermakna suci dan sangat berharga. Logo ini menjadi representasi visual dari nilai-nilai ideologis Pancasila yang hidup dan berdampak nyata dalam kehidupan bangsa.

Makna Peringatan Hari Lahir Pancasila

Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen strategis untuk mengokohkan kembali identitas kebangsaan dan memperkuat keutuhan NKRI. Nilai-nilai Pancasila perlu terus dihidupkan dalam seluruh sektor kehidupan masyarakat—baik pendidikan, ekonomi, sosial, hingga pemerintahan—sebagai dasar pijakan menuju Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat. (kom)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular