warta lentera great work
spot_img

3 Akar Kejahatan Ini yang Hambat Indonesia Maju

Keserakahan, kebencian dan kebodohan.

WARTALENTERA – Ketua Umum PKB sekaligus Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar mengungkapkan bahwa ada tiga akar kejahatan manusia yang menghambat Indonesia menjadi negara maju. Tiga akar kejahatan itu ialah keserakahan, kebencian, dan kebodohan.

Menurut Cak Imin –sapaan akrabnya — ketiga akar kejahatan ini membuat sumber daya alam dan sumber daya manusia terus tergerus.

“Tiga akar kejahatan yang terus membuat Indonesia tidak segera tumbuh menjadi negara maju. Dimana sumber daya alam dan sumber daya manusia kita terus tergerus oleh kerakusan dan ketamakan kita semua. Bahkan gara-gara kesalahan manajemen kita, justru kekayaan alam kita dikeruk oleh negara lain untuk memperkaya mereka sendiri,” ujarnya dalam acara perayaan Waisak nasional PKB di Gedung Nusantara IV DPR, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, kebersamaan dan persaudaraan akan terus menjadi modal nilai ajaran untuk diimplementasikam dalam kehidupan berbangsa.

“Semua makhluk memberikan kita kekuatan bahwa kita lahir di dunia ini untuk memberikan cinta kita kepada sesama, memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga tercipta rasa aman, rasa damai dalam sanubari,” ucapnya lagi.

Cak Imin berpesan untuk saling bahu membahu membantu sesama. Ia mengatakan semangat melayani dan membantu dapat diterapkan sesuai kapasitas dan peran yang dimiliki dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berpesan kepada kita semua, di tengah kondisi bangsa kita yang terus menghadapi tantangan. Marilah kita terus bahu-membahu. Membantu satu dengan yang lainnya. Agar kita terhindar dari mara bahaya. Bisa membantu dan melayani masyarakat tentu dengan perang masing-masing. Sesuai dengan kapasitas kita masing-masing,” tuturnya.

Cak Imin juga mengatakan bahwa dunia sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja.

“Kita perlu menyadari bahwa dunia kita saat ini tidak sedang baik-baik saja. Dunia penuh dengan ketegangan, ketidakpastian, dan ketidakpercayaan satu dengan yang lainnya, sehingga menimbulkan prasangka di antara satu dengan lainnya,” katanya.

Cak Imin mengatakan Indonesia harus terus berupaya agar tantangan yang ada tidak merusak sendi kekuatan bangsa. Ia lalu menyinggung kondisi ekonomi soal ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Beberapa tantangan seperti PHK adalah bagian dari penderitaan sebagai anak bangsa kita yang mengalaminya. Kehilangan pendapatan adalah bentuk penderitaan nyata yang kita hadapi bangsa kita sendiri,” ujar Cak Imin.

“Ancaman pengangguran, kemiskinan, dan berbagai penderitaan lainnya akibat bencana alam juga terus kita harus persiapkan dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Ia juga menyinggung kemajuan teknologi artificial intelligence (AI) yang membawa kemudahan, sekaligus membawa tantangan kemunduran. Akibatnya, manusia bisa menjadi malas karena adanya kemudahan AI tersebut.

“Adanya artificial intelligence, kecerdasan buatan atau AI ini salah satu kebutuhannya adalah memudahkan cara kerja dan pola hidup kita.

“Tetapi di sisi yang lain adalah kita juga menghadapi tantangan kemunduran dan krisis akibat kemajuan teknologi. Kita menjadi malas berpikir dan kemudian budaya kita semakin hari semakin tertinggal dalam arus perubahan yang begitu cepat,” terangnya.

Katena itu, imbuhnya, nilai luhur seluruh agama harus menjadi fondasi dalam kehidupan untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.

“Kita sebagai manusia yang memiliki akal diberi kesadaran untuk terus meneladani sifat-sifat mulia Buddha agar bisa melayani sesama dan melayani rakyat,” ucapnya.(inx)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular