warta lentera great work
spot_img

Australia Terbitkan Travel Warning ke Bali, Wakil PM Australia: Hanya Diminta Waspada, Bukan Melarang

Tidak ada pembatasan terhadap perjalanan warga Australia ke Indonesia.

WARTALENTERA-Australia terbitkan travel warning alias peringatan bepergian bagi warganya yang hendak ke Bali, Indonesia. Pemerintah Negeri Kangguru mendesak warganya untuk bersikap “sangat waspada” setelah kasus sejumlah kematian di tempat wisata populer di Pulau Dewata.

Melansir laman Canberra Times, Jumat (6/6/2025), pembaruan dari situs web Smartraveller milik pemerintah federal menyarankan agar berhati-hati saat mengunjungi Indonesia, khususnya Bali. “Warga Australia telah tenggelam di daerah pesisir, akibat gelombang laut yang besar dan arus deras di pantai-pantai wisata populer, termasuk di Bali,” demikian peringatan pembaruan tersebut.

“Banyak pantai yang tidak dijaga,” imbuh pernyataan itu. Australia juga mengingatkan warganya agar menghindari perbuatan yang tidak menghormati budaya, agama, atau tempat ibadah setempat, lantaran berpotensi mengakibatkan deportasi dan bahkan hukuman pidana.

Tak cuma itu, warga Australia juga diminta waspada saat menikmati minuman beralkohol ada potensi dicampur dengan zat beracun. “Waspadai potensi risiko seputar minuman yang dicampur dengan zat beracun dan keracunan metanol akibat mengonsumsi minuman beralkohol. Jangan tinggalkan makanan atau minuman tanpa pengawasan. Kasus keracunan metanol dalam minuman sebelumnya telah dilaporkan di Indonesia, termasuk di Bali dan Lombok,” masih tulis pernyataan tersebut.

Merespons travel warning tersebut, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles menegaskan, bahwa peringatan perjalanan terbaru pemerintah Australia ke Indonesia, khususnya Bali, bukanlah bentuk pelarangan atau penurunan hubungan pariwisata. Menurutnya, pembaruan tersebut merupakan langkah rutin yang bersifat kehati-hatian, terutama terkait keamanan transportasi air.

“Saya rasa kita tidak perlu melebih-lebihkan apa yang telah kami lakukan terkait pembaruan travel advisory ini. Itu hanyalah catatan kehati-hatian tentang kapal air,” ujar Marles dalam keterangan persnya, dikutip Jumat (6/6/2025).

Namun, Marles menekankan bahwa Australia tetap mendorong warganya untuk berkunjung ke Bali, destinasi yang disebutnya sebagai bagian penting dari hubungan bilateral kedua negara. “Australia mendukung dan mendorong warganya untuk terus berlibur ke Bali. Dalam 24 jam terakhir, memang ada insiden kapal terbalik di sekitar Bali yang melibatkan warga Australia. Syukurlah, tidak ada yang terluka. Tapi ini menjadi pengingat bahwa orang harus tetap berhati-hati,” katanya.

Marles menegaskan bahwa tidak ada pembatasan terhadap perjalanan ke Indonesia. “Bali tetap menjadi tujuan utama warga Australia dan kami sangat mendorong hal itu,” tutupnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik Bali, lebih dari 1,5 juta warga Australia mengunjungi Bali sepanjang tahun 2024—menjadikan mereka salah satu wisatawan asing terbesar di Pulau Dewata. (sic)

 

 

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular