x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Kemendikdasmen Siap Sediakan 4.000 Calon Guru untuk 100 Lokasi Sekolah Rakyat

Editor :

WARTALENTERA-Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) siap sediakan sekitar 4.000 calon guru untuk ditempatkan di 100 lokasi Sekolah Rakyat. Dirjen GTKPG (Direktur Jenderal Guru Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan, pihaknya akan menyediakan tiga kali lipat dari jumlah perkiraan kebutuhan guru untuk 100 lokasi Sekolah Rakyat, yakni 1.514 guru.

"Untuk Sekolah Rakyat yang akan berdiri di 100 lokasi, jumlah kebutuhan guru diperkirakan mencapai 1.514 guru dan kami yang akan menyiapkan kandidatnya. Jadi dari kandidat kami, yakni guru yang sudah bersertifikat pendidik, itu kami akan siapkan 3 kali lipat jumlahnya untuk diseleksi Mensos,” kata Dirjen GTKPG Kemendikdasmen Nunuk dalam kegiatan bertajuk Dialog Pimpinan Direktorat Jenderal GTKPG Bersama Fortadik di Aula Gedung D Kemendikdasmen, di Jakarta, dikutip Sabtu (7/6/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, sebanyak 4.000 kandidat calon guru Sekolah Rakyat itu adalah para lulusan baru (fresh graduate) yang telah memiliki sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG), namun belum memiliki penempatan instansi mengajar. Oleh karena itu, dia menegaskan, pemenuhan formasi guru untuk Sekolah Rakyat tidak akan menggunakan skema redistribusi atau mengikutsertakan guru yang sudah memiliki penempatan instansi mengajar.

Hal itu bertujuan untuk tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar tahun ajaran yang telah berjalan. Mengingat guru Sekolah Rakyat nantinya harus bersedia ikut tinggal di dalam asrama.

"Mereka para guru ini nanti kan harus tinggal di asrama mendampingi anak-anak tadi dengan paradigma baru, sehingga akan sulit kalau mereka sudah senior,” ujarnya. Sebagai informasi, Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi pada bulan Juli 2025.

Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat di 100 lokasi di seluruh Indonesia secara bertahap tahun ini. Adapun siswa yang bersekolah di Sekolah Rakyat adalah mereka yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk kategori desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). (sic)

Berita Terbaru
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.