WARTALENTERA – Penderita TBC atau tuberkulosis di Jakarta Utara (Jakut) mencapai 11.323 kasus sepanjang 2024. Data ini dilaporkan dari berbagai fasilitas kesehatan di Jakarta Utara.
Demikian disampaikan Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat di Jakarta, Selasa (27/5/2025) seperti dikutip dari Antara. Ia mengatakan, kenyataan ini tidak bisa begitu saja diabaikan dan membutuhkan keterlibatan semua sektor dalam menanggulanginya.
Untuk itu, imbuhnya, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara sudah membentuk “Kampung Siaga TBC” sebagai upaya dalam mengatasi penyebaranya agar penderita TBC tidak terus bertambah.
“Kami berharap Kampung Siaga TBC dapat bergerak dalam menangani kasus ini sehingga, masyarakat Jakarta Utara selalu sehat dan terhindar dari penyakit,” ucapnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Ratna Sari mengatakan, ribuan kasus yang ditemukan pada 2024 di Jakarta Utara telah berhasil dilakukan pengobatan sebesar 82 persen.
“Angka ini mendekati target nasional di angka 90 persen,” kata dia.
Pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi masalah penyakit menular ini.
“Mari kita basmi TBC bersama-sama. Saya juga berharap masyarakat bisa terus tanggap, peduli, dan mencegah penyakit untuk mencapai eliminasi TBC di 2030,” tegasnya.
Ketua RW 03, Kelurahan Rawa Badak Selatan Muhtar mengaku sangat mendukung upaya penanggulangan penyakit ini.
Ia menyebutkan di wilayahnya ditemukan ada 22 kasus penderita TBC dan masalah ini harus ditangani secara serius agar tidak semakin meluas.
“Kami ingatkan kepada masyarakat untuk tidak berlebihan terhadap penderita TBC tapi tetap dirangkul agar mereka cepat pulih,” kata dia. (inx)


