WARTALENTERA-Jenazah dua mahasiswa UGM (Universitas Gadjah Mada) korban kapal terbalik di Maluku Tenggara dipulangkan ke kampung halaman untuk dikuburkan. Keduanya ada mahasiswa yang tengah melakukan KKN di Maluku Tenggara, namun menjadi korban meninggal dunia akibat insiden kapal terbalik di Perairan Debut, Maluku Tenggara, Selasa (1/7/2025) lalu.
“Mereka datang dengan niat mulia untuk membantu masyarakat kami. Kini kami antar pulang dengan penuh kehormatan,” ujar Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, dikutip Kamis (3/7/2025).
Dua jenazah itu adalah Septian Eka Rahmadi asal Sumba, NTT dan Agus Adi Prayogo asal Bojonegoro, Jatim. Pemulangan jenazah dimulai dengan salat jenazah di Masjid Agung Raudhah, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara.
Ratusan orang hadir untuk menyolatkan kedua jenazah. Usai disalatkan, jenazah diantar menuju Bandara Karel Sadsuitubun oleh para pejabat kabupaten, mahasiswa KKN UGM, serta masyarakat.
Suasana haru menyelimuti prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan. Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menyerahkan jenazah secara resmi kepada pihak UGM di bandara sebelum keberangkatan.
Pihak kampus menyambut jenazah dengan tangis dan doa sebagai simbol rasa kehilangan mendalam. Dari UGM yang menerima jenazah adalah dosen pembimbing lapangan KKN Antari Innaka Turiningsih.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan pendampingan pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara selama musibah ini,” kata Turiningsih. Kedua jenazah diterbangkan dengan pesawat menuju Ambon dan selanjutnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan.
Penerbangan sempat tertunda selama tiga jam karena cuaca buruk di wilayah udara Maluku. Kecelakaan yang menimpa mahasiswa UGM terjadi Selasa (1/7/2025) terjadi, ketika kapal long boat yang berisi 12 penumpang terbalik di Perairan Pulau Wahr, Maluku Tenggara.
Sepuluh orang selamat dan dua orang meninggal. Salah satu jenazah, Bagus Adi Prayogo, ditemukan warga jauh dari lokasi kejadian. (sic)


