warta lentera great work
spot_img

Danpuskopaska yang Baru, Antara Ikan dan Sayur Bening

Pesannya : Banyaklah berbuat kebaikan, lalu lupakan!

WARTALENTERA – Pagi itu tenang, matahari bersinar cerah. Hanya terdengar suara kicau burung di antara gesekan daun-daun. Di salah satu pendopo, dekat kolam ikan koi di Waroeng Joglo Merah Putih, Surabaya, terlihat seseorang sedang duduk. Dia, Komandan Kopaska (Komando Pasukan Katak) yang belum lama dilantik, Laksamana Pertama TNI Sadarianto, S.T., M.Han.

Ya, pagi itu, Hari Minggu, wartalentera.com bikin janji bertemu. “Hai, apa kabar, sini duduk dekat kolam (ikan koi),” kata Sadar, sapaan akrabnya. Kemudian, wartalentera.com duduk berhadapan di kursi yang terbuat dari kayu jati lama. Tidak ada yang mencolok dari gaya bapak dua anak itu. Di akhir pekan, biasa menggunakan training dan kaos olahraga. Dia biasa jogging dari rumah ke Waroeng Joglo Merah Putih berjarak 7 kilometeran itu tiap hari Minggu pagi. Segelas air putih, kopi hitam ‘Jancuk Jaran’ khas warung dan pisang goreng, menemani kami mengobrol.

“Hidup itu sederhana, urip iku gampang (hidup itu mudah) banyaklah berbuat kebaikan lalu lupakan,” kata Sadar mengawali perbincangan ringan. Kebaikan yang dimaksudnya adalah kebaikan terkecil misalnya melihat ada kertas sampah di tanah, ambil lalu buang ke tempat sampah. “Tersenyum kepada orang yang ditemui, kebaikan-kebaikan kecil, tanpa pamrih,” ujarnya.

Sadar yang sejak lulus AAL 2000 bergabung dengan kopaska itu diberikan amanah dari Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Muhammad Ali untuk memimpin kopaska. Menurutnya, tantangan Kopaska dalam melaksanakan tugas adalah setiap tugas yang diemban memiliki resiko tinggi, keterbatasan material tempur, dan peralatan pendukung yang dimiliki.

Menurutnya, banyak berbuat baik setiap hari adalah kunci sukses dalam hidup. Dengan berbuat baik, kata Sadar, hati ini damai, tidak akan ada rasa dendam, sakit hati atas perlakuan orang lain. “Ingat ya, selama orang tidak menyakiti fisik, tidak melukaimu sampai berdarah, nggak usah sakit hati, nggak usah dendam, lupakan saja! Berbuat baik saja tanpa pamrih,” kata Sadar dengan logat khas Pulau Kampai, Sumatra Utara, kampung halamannya. Masa kecilnya hingga pendidikan SMA dihabiskan di Pulau Kampai, Sumatra Utara. Sebuah pulau yang katanya, bercanda, tidak terdaftar di peta Indonesia saking terpencilnya.

Upaya yang dilaksanakan dengan melaksanakan latihan secara rutin untuk meningkatkan kemampuan tempur prajurit kopaska. “Ya, diantara keterbatasan-keterbatasan yang ada, latihan rutin nggak boleh lewat, kita tidak tahu kapan negara butuh kita, harus siap sewaktu-waktu,” ujarnya.

Sementara visi pasukan katak yang belum lama ini berulangtahun adalah menjadikan komando pasukan katak yang moderen, berdaya gentar kawasan, dan berproyeksi global, mendukung Indonesia maju, menuju Indonesia emas 2045. “Membina kekuatan dan kemampuan tempur prajurit kopaska yang berkelanjutan dan efisien,” katanya. Kemudian, menempa mental prajurit kopaska agar bermoral, dan profesional. Mewujudkan organisasi kopaska yang bersih dan berwibawa, serta mewujudkan keluarga besar kopaskan yang sehat dan sejahtera.

Sadar, belum lama ini sudah mulai terlihat aktif memimpin berbagai kegiatan strategis dan sosial di kopaska. Berdasarkan data per Maret 2026, dia memimpin peringatan HUT ke-64 Kopaska, termasuk baksos dan donor darah, menekankan peningkatan profesionalisme dan kepedulian sosial prajurit elit TNI AL.

“Terimakasih Tuhan, atas semua ijin-Mu,” katanya kemudian menyeruput kopi hitamnya. Di penghujung percakapan, datang seorang pelayan warung yang membawa sayur bening isian bayam dan oyong, sambal terasi, dan ikan nila goreng. “Yuk mari makan, saya sukanya begini (sayung yang bening), dan ikan-ikan, jarang makan daging,” tutur pria yang merupakan fans berat grup musik Slank, dan penyanyi Iwan Fals tersebut.

Untuk masa tua dan pensiun, Sadar mengaku akan fokus pada usahanya yang sudah dirintis hampir lima tahun ini, Waroeng Joglo Merah Putih di MERR-Surabaya, Jawa Timur. Dia mengaku akan melestarikan budaya Indonesia, Jawa khususnya, di warung tersebut. “Syukur Alhamdulillah jika bisa buka cabang ya,” katanya. Sadar juga menyukai alam, sering dia bersama keluarga jalan-jalan ke desa-desa, pegunungan, dan tempat hening beralam indah. “Ingat ya, hidup itu harus ikhlas, terima (ketetapan Tuhan), dan hempaskan (kekecewaan)! Dengan begitu, hidup kamu bakal tenang,” katanya di akhir perbincangan. (vit)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular