WARTALENTERA – Virus Hanta ditemukan pada seorang pria di Bandung, Jawa Barat. Ia dinyatakan positif Virus Hanta diduga setelah digigit tikus saat sedang bekerja.
Temuan ini dilaporkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB). Hal ini juga dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat Ridwan Abdullah Putra.
“Kami sudah melakukan surveilans dan mitigasi. Betul bahwa 1 warga Ngamprah KBB positif Virus Hanta hasil uji lab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan RI di Salatiga,” katanya dikutip Sabtu (20/6/2025).
Pasien awalnya mengeluh pusing, demam, dan nyeri lambung. Sempat dikira leptospirosis, hasil tes laboratorium menunjukkan dia terkena Virus Hanta.
Apa itu Virus Hanta dan apa saja gejalanya?
Dikutip dari Healthline, Virus Hanta termasuk kategori penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus dari genus Orthohantavirus. Virus penyakit ini disebarkan oleh rodensia atau hewan pengerat seperti tikus.
Orang-orang tertular hantavirus melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus, terutama saat terkena urine, kotoran, dan air liur hewan pengerat tersebut. Virus hanta juga dapat menyebar melalui gigitan atau cakaran hewan pengerat, tetapi kasus ini jarang terjadi.
Beberapa jenis hantavirus diketahui menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal atau hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS). Ada juga yang mengalami gejala penyakit pernapasan parah yang disebut sindrom paru hantavirus atau hantavirus pulmonary syndrome (HPS).
Gejala penyakit hantavirus
Infeksi hantavirus dapat menyebabkan berbagai gejala, dengan tanda-tanda awal yang sering menyerupai flu. Gejala-gejala tersebut meliputi demam, kelelahan, dan nyeri otot, terutama di paha, pinggul, punggung, dan bahu.
Gejala awal lainnya dapat meliputi sakit kepala, pusing, menggigil, dan masalah gastrointestinal seperti mual, muntah, diare, dan nyeri perut.
Gejala selanjutnya, terutama pada Sindrom Paru Hantavirus (HPS), meliputi sesak napas dan batuk, karena cairan menumpuk di paru-paru. Dalam kasus yang parah, HPS dapat menyebabkan kegagalan pernapasan dan kematian.
Beberapa gejala lain yang bisa muncul antara lain: demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, pusing, menggigil, mual, muntah, diare, dan nyeri perut. (inx)


